Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia Jadi Materi Awal PKKMB STIPAR Ende

  • 04 Agt 2026 15:09 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Selain memperkenalkan profil kampus, Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende, Dr. Fransiskus Zaverius Maria Deidhae, M.A., juga membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia dalam rangkaian PKKMB, Senin 3 Agustus 2026. Materi tersebut diberikan agar mahasiswa memahami arah pendidikan tinggi sejak awal memasuki dunia perkuliahan.

Dr. Fransiskus menjelaskan, pendidikan tinggi merupakan jenjang lanjutan setelah pendidikan menengah yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa agar memiliki kekuatan spiritual, penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, kepribadian, serta tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menguraikan bentuk pendidikan tinggi di Indonesia meliputi universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik yang memiliki karakter berbeda sesuai bidang keilmuan masing-masing. Sementara jenis pendidikannya terdiri atas pendidikan akademik, vokasi, dan profesi.

Dalam penyampaiannya, Fransiskus menekankan bahwa setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga unsur tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk lulusan yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga mengungkapkan, bahwa kurikulum perguruan tinggi saat ini mengacu pada pendekatan Outcome Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada capaian pembelajaran lulusan. Selain itu, penyelenggaraan pendidikan juga mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, siswa perlu memahami sejak awal bahwa keberhasilan kuliah tidak hanya diukur dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, melakukan penelitian, serta berkontribusi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menambahkan, dalam sesi tanya jawab, mahasiswa baru menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai masa studi, beasiswa, akreditasi kampus, hingga pelaksanaan kegiatan akademik. Dialog tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sistem pendidikan tinggi dan kehidupan kampus.

Menutup materinya, Dr. Fransiskus berharap mahasiswa baru memanfaatkan masa studi sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi, karakter, dan semangat melayani. Ia menegaskan, pemahaman terhadap sistem pendidikan tinggi akan membantu mahasiswa menjalani proses belajar secara lebih terarah hingga menyelesaikan pendidikan di STIPAR Atma Reksa Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....