Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Manggarai Barat Perkuat Perlindungan Anak

  • 04 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama berbagai lembaga swadaya masyarakat dan organisasi pemerhati perempuan serta anak untuk memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

Di tengah berbagai kemajuan pembangunan, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian serta kolaborasi semua pihak. Berdasarkan data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Manggarai Barat, kasus yang paling banyak ditangani meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual terhadap perempuan, serta kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan penelantaran anak.

Data penanganan menunjukkan terdapat 82 kasus pada 2020, meningkat menjadi 120 kasus pada 2021, kemudian 34 kasus pada 2022, 87 kasus pada 2023, 93 kasus pada 2024, 86 kasus pada 2025, dan hingga Juni 2026 telah tercatat 40 kasus yang ditangani. Sekretaris Dinas Sosial dan P3A Manggarai Barat, Alviano Latubatara, Jumat, 31 Juli 2026 menjelaskan berbagai faktor seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang hak perempuan dan anak, budaya patriarki, persoalan ekonomi, pengaruh minuman keras, hingga perkembangan teknologi digital masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan.

Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat edukasi, mendorong keberanian masyarakat melapor, meningkatkan layanan bagi korban, serta membangun sistem perlindungan anak yang lebih efektif. Pemerintah daerah juga terus memperkuat layanan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak sebagai garda terdepan dalam penanganan korban.

Sebagai puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Sosial P3A akan menggelar serangkaian kegiatan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2026 bekerja sama dengan Keuskupan Labuan Bajo, Wahana Visi Indonesia (WVI), Yayasan Komodo Indonesia Lestari (YAKINES), dan Gugah Nurani Indonesia (GNI). Kegiatan tersebut meliputi peningkatan kapasitas SEKAMI, pembentukan Forum Anak Daerah, Apel Hari Anak Nasional, serta seminar bertema perlindungan anak.

Sebanyak 96 anak dari perwakilan paroki, kecamatan, dan sekolah akan mengikuti kegiatan yang juga mencakup pendidikan karakter, kepemimpinan, hak anak, serta penyusunan rekomendasi Suara Anak Kabupaten Manggarai Barat. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan terbentuknya Forum Anak Daerah Tahun 2026 beserta kepengurusannya, meningkatnya kapasitas dan partisipasi anak dalam pembangunan daerah, serta terbentuknya jejaring Forum Anak hingga tingkat kecamatan.

Alviano Latubatara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak. "Mari bergerak bersama, sayangi anak, lindungi anak demi masa depan," katanya, seraya menegaskan bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan memperoleh perlindungan demi terwujudnya generasi yang sehat, aman, dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....