Bantuan Rp137 Juta Disalurkan untuk Korban Gempa di Desa Rukuramba

  • 31 Agt 2026 13:17 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Polres Ende bersama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dan Polres TTU menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa Flores. Penyaluran berlangsung di Dusun Puuwona, Desa Rukuramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Senin pagi, 31 Agustus 2026, mulai pukul 09.30 Wita.

Bupati TTU Yosep Valentinus Dela Sale Kebo, Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, dan Kapolres TTU AKBP Eliana Papote hadir langsung. Mereka menegaskan dukungan lintas wilayah untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan setelah gempa bumi tersebut.

Bupati TTU mengatakan rombongannya berangkat sejak pukul 07.00 Wita dengan tujuan utama berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada korban. Ia mengakui bantuan tersebut belum menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi duka masyarakat Ende turut dirasakan warga Timor Tengah Utara.

Menurut Yosep, masyarakat TTU menyampaikan dukungan kepada warga Ende, Nagekeo, dan wilayah Flores lainnya yang terdampak bencana tersebut. Ia berharap penanganan pascabencana berjalan lancar, keamanan tetap terjaga, serta anak-anak segera kembali bersekolah dan beraktivitas normal kembali.

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menyebut bantuan tersebut merupakan wujud kasih masyarakat Timor Tengah Utara kepada saudara mereka di Flores. Menurutnya, nilai bantuan bukan ukuran utama karena dukungan tersebut diharapkan memastikan warga terdampak tidak merasa menghadapi bencana sendirian.

Ia menambahkan, doa dan dukungan moril masyarakat TTU akan terus diberikan selama proses pemulihan warga Flores berlangsung bertahap. Dukungan itu diarahkan agar masyarakat dapat kembali menjalankan kegiatan sehari-hari setelah kebutuhan mendasar pascabencana mulai terpenuhi secara bertahap.

Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengapresiasi kedatangan Bupati TTU dan Kapolres TTU yang membawa bantuan langsung kepada warga. Bantuan senilai Rp137 juta tersebut diserahkan secara resmi untuk meringankan beban warga terdampak gempa di Kabupaten Ende saat ini.

Yudhi mengatakan bantuan itu segera didistribusikan ke seluruh wilayah Kabupaten Ende yang terdampak gempa bumi pada 15 Agustus. Polres Ende juga membuka ruang dialog agar kebutuhan mendesak warga pengungsian dapat diketahui dan ditangani lebih tepat sasaran.

Ia meminta warga menyampaikan kebutuhan yang paling berguna dan dapat dimanfaatkan dalam kondisi pemulihan seperti sekarang ini langsung. Menurut Yudhi, pendataan kebutuhan secara langsung penting agar bantuan berikutnya tidak sekadar banyak, tetapi benar-benar menjawab persoalan warga.

Mewakili penerima manfaat, Usta Karo menyampaikan terima kasih kepada Polri, Polda NTT, Polres Ende, Polres TTU, dan Pemkab TTU. Ia menilai perhatian dan bantuan yang diberikan menjadi dukungan penting bagi warga selama menghadapi masa sulit pascagempa ini.

Penyerahan simbolis bantuan disaksikan Kepala Desa Rukuramba, Camat Ende, jajaran pemerintah desa, serta warga penerima manfaat setempat langsung. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah kebutuhan pemulihan warga yang masih memerlukan dukungan logistik setelah gempa bumi Flores melanda.

Selain bantuan, para pejabat juga menyampaikan doa agar keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama tahapan pemulihan berlangsung di wilayah. Mereka berharap anak-anak segera kembali bersekolah dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa kekhawatiran terhadap kemungkinan bencana susulan yang mengganggu.

Kapolres Ende menegaskan Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya ketika kebutuhan kemanusiaan masih menjadi perhatian utama pascabencana. Pendampingan dilakukan dengan mendengar kebutuhan warga dan menyesuaikan dukungan dengan kondisi lapangan agar bantuan tetap relevan bagi penerima.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bantuan kemanusiaan di Kabupaten Ende setelah gempa Flores mengguncang pada 15 Agustus 2026. Polres Ende sebelumnya juga menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.

Di Rukuramba, bantuan lintas daerah tersebut diterima pemerintah desa untuk kemudian disalurkan kepada warga yang membutuhkan dukungan segera. Penyaluran langsung di lokasi memungkinkan aparat mendengar kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan mendesak menjadi perhatian dalam distribusi berikutnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar masyarakat Ende dapat melewati pemulihan dengan ketabahan dan tetap kuat. Para pejabat berharap bantuan dan pendampingan berkelanjutan dapat mempercepat pemulihan sekaligus membantu warga kembali menjalankan kehidupan secara normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....