Gubernur NTT Apresiasi Dukungan Australia Perkuat Ketangguhan Bencana

  • 03 Agt 2026 07:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mendampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi NTT di Kompleks NTT Fair Lasiana, Kota Kupang, Jumat, 31 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat kemitraan Indonesia–Australia dalam meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana melalui Program SIAP SIAGA.

Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Mahadin Sibarani, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest Ludji, serta Koordinator Program SIAP SIAGA Wilayah NTT, Silvia Fanggidae. Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia atas dukungan yang selama ini diberikan melalui Program SIAP SIAGA.

Menurutnya, program tersebut telah berkontribusi besar dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BPBD, meningkatkan sistem informasi kebencanaan, memperluas kesiapsiagaan masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Ia juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan.

“Penanggulangan bencana tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga mitra pembangunan. Karena itu kami sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Australia yang terus memperkuat ketangguhan daerah melalui Program SIAP SIAGA," kata Gubernur.

Gubernur juga menyoroti keberhasilan implementasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang dikembangkan bersama Kementerian Dalam Negeri, BNPB, pemerintah daerah, dan Program SIAP SIAGA. Sementara itu, Duta Besar Australia Roderick Brazier menyatakan Australia bangga menjadi mitra Indonesia dalam membangun ketangguhan terhadap bencana.

Ia menilai NTT telah menunjukkan kemampuan yang kuat dalam menghadapi berbagai bencana besar, seperti Siklon Tropis Seroja dan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, berkat semangat gotong royong masyarakat dan kepemimpinan pemerintah daerah. Saat meninjau Pusdalops BPBD NTT, rombongan menyaksikan secara langsung sistem pemantauan kebencanaan yang beroperasi selama 24 jam.

Petugas memaparkan mekanisme pemantauan aktivitas 16 gunung api di NTT, termasuk Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gunung Lewotolok, dan Gunung Iya, serta sistem pemantauan gempa bumi, kondisi cuaca, hingga penyebaran abu vulkanik secara real time. Sistem tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan cepat sekaligus mendukung koordinasi dengan otoritas penerbangan untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap operasional bandara di wilayah Flores.

Selain itu, Pusdalops BPBD NTT juga memperkenalkan aplikasi INATANA (Informasi Data Bencana Nusa Tenggara) yang dikembangkan bersama Program SIAP SIAGA sebagai pusat data kebencanaan terpadu bagi 22 BPBD kabupaten/kota di NTT. Aplikasi ini memungkinkan pelaporan kejadian bencana, data pengungsi, kelompok rentan, penyandang disabilitas, hingga kebutuhan penanganan dilakukan secara cepat dan akurat.

Pusdalops juga mengembangkan layanan pengaduan rabies berbasis call center yang menghubungkan masyarakat dengan puskesmas, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan kasus gigitan hewan penular rabies serta memastikan ketersediaan vaksin anti rabies di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....