PKK Sikka Perkuat Perlindungan Anak Melalui Sinergi Lintas Sektor

  • 03 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P2KBP3A memperkuat upaya perlindungan anak melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Perlindungan Anak. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Namangkewa, Sabtu, 1 Agustus 2026, dengan melibatkan tujuh desa binaan Yayasan Flores Children Development (FREN).

Program ini menyasar Desa Namangkewa, Kopong, Seusina, Baomekot, Hewokloang, Kajowair, dan Hoder. Pelaksanaannya merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sikka bersama Yayasan FREN yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam pemenuhan hak-hak anak di tingkat desa.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun sistem perlindungan anak yang lebih efektif. Selain itu, peserta didorong memperkuat kepedulian dan partisipasi dalam mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, S.H., menegaskan perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga dan desa. Menurutnya, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani persoalan yang mengancam tumbuh kembang anak.

"Anak adalah aset masa depan bangsa. Karena itu, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," ujar Ny. Fista saat memberikan sambutan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, PATBM, lembaga swadaya masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat semakin kuat dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya secara utuh. Ny. Fista juga mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan dugaan pelanggaran hak anak dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Sikka, Germanus Goleng, mengatakan keberhasilan perlindungan anak bergantung pada kolaborasi semua pihak. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat sebagai lingkungan terdekat anak.

Ia menjelaskan pihaknya terus memperkuat kapasitas kader PATBM di desa agar mampu menjadi pelopor dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Pendekatan berbasis masyarakat dinilai efektif karena langsung menyentuh lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, jajaran TP PKK Kabupaten Sikka, Project Manager Yayasan FREN, perangkat desa, kader PATBM, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok remaja, serta perwakilan masyarakat dari tujuh desa sasaran. Para peserta juga mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan perlindungan anak di tingkat desa.

Melalui forum tersebut, peserta membahas mekanisme pelaporan yang cepat, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan komitmennya membangun Kabupaten Layak Anak melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....