Polres Sikka Pulihkan Semangat Pelajar Pascagempa Melalui Trauma Healing

  • 11 Sep 2026 14:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Di balik guncangan gempa bumi, ketakutan anak-anak tidak selalu terlihat, sehingga pendampingan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Sikka merespons kondisi tersebut dengan menggelar trauma healing bagi pelajar SDI Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat 11 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WITA itu dikemas dalam suasana hangat dan penuh empati agar anak-anak kembali merasa aman. Personel Sat Binmas mengajak para pelajar berbicara, bercerita dan menyampaikan perasaan tanpa rasa takut untuk dihakimi.

Setiap cerita didengarkan dan setiap rasa takut diberi ruang untuk disampaikan sebagai bagian dari proses pemulihan emosional. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa rasa takut setelah mengalami bencana merupakan hal yang wajar dan dapat dikelola secara bertahap.

Suasana kemudian dicairkan melalui terapi bermain, bernyanyi bersama dan berbagai permainan sederhana yang melibatkan para pelajar. Tawa dan keceriaan perlahan kembali mewarnai kegiatan, sekaligus menjadi tanda bahwa ruang sekolah mulai terasa lebih nyaman bagi mereka.

Selain pemulihan psikologis, para pelajar mendapat edukasi ringan mengenai kebencanaan dengan materi yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami. Edukasi tersebut diharapkan membantu anak-anak mengetahui langkah dasar yang perlu dilakukan apabila kembali menghadapi situasi bencana.

Trauma healing juga diarahkan untuk mengurangi rasa takut dan cemas akibat gempa serta mengembalikan semangat pelajar mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun ketahanan mental agar anak-anak memiliki keberanian menghadapi situasi sulit.

Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Sikka Aiptu Gabrielis Ivony Making, Kaur Mintu Sat Binmas Aipda Ridwan dan Bamin Sat Binmas Bripka Vera Hehanussa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Sejumlah anggota SDM Polres Sikka turut hadir mendampingi pelaksanaan trauma healing di lingkungan sekolah.

Bagi Polri, kehadiran pascabencana tidak semata-mata berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan psikologis warga. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian karena dampak bencana dapat memengaruhi rasa aman, konsentrasi belajar dan keberanian mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, Sat Binmas Polres Sikka memperlihatkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan kembali sarana yang rusak, tetapi juga memulihkan rasa aman manusia yang terdampak. Dari ruang sekolah, polisi berupaya menanamkan kembali optimisme melalui aktivitas sederhana, agar anak-anak dapat tersenyum, belajar dan perlahan bangkit dari rasa takut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....