Drainase Woloare A Belum Dibangun, Warga Terus Terdampak Banjir
- 02 Agt 2026 13:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Warga Potu Nggo, Kelurahan Onekore, Kabupaten Ende, kembali mengeluhkan belum dibangunnya saluran drainase di ruas Jalan Woloare A. Saat musim hujan, kawasan tersebut kerap dilanda genangan air hingga banjir yang merendam permukiman dan lokasi usaha peternakan milik warga.
Lurah Onekore, Kwirinus Viktor Bae, dalam Program Halo RRI, Jumat 31 Juli 2026, mengatakan persoalan itu telah diketahui pemerintah kelurahan sejak 2024. Informasi tersebut bermula dari laporan warga RT 13 yang menyampaikan dampak banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Viktor bersama Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pemantauan di lokasi saat musim hujan. Hasil pengamatan menunjukkan tidak adanya saluran drainase menyebabkan air meluap ke badan jalan, kemudian mengalir hingga ke permukiman warga dan usaha peternakan di bagian bawah ruas jalan.
Menurut Viktor, luapan air bahkan menjangkau wilayah Kelurahan Kota Ratu dan sebagian Kelurahan Kota Raja. Ia mengungkapkan, pada salah satu kejadian banjir, air sempat menyeret ternak milik warga akibat derasnya arus yang mengalir dari Jalan Woloare A.
Pemerintah Kelurahan Onekore, lanjut Viktor, telah menyampaikan surat kepada Bupati Ende melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun hingga kini belum ada tindak lanjut berupa pembangunan saluran drainase di lokasi yang dikeluhkan masyarakat.
Selain memicu banjir, Viktor menilai ketiadaan drainase juga mengganggu aktivitas lalu lintas, terutama pada pagi hari ketika banyak pelajar dan pekerja melintasi ruas Jalan Woloare A. Kondisi tersebut juga dinilai mempercepat kerusakan infrastruktur jalan karena air menggenangi badan jalan setiap musim hujan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende, Mustaqim Mberu, mengakui persoalan drainase di Jalan Woloare A telah lama menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan survei lapangan dan menyiapkan perencanaan teknis, namun pelaksanaannya masih terkendala kemampuan fiskal daerah.
Mustaqim menjelaskan seluruh data dan rencana pembangunan telah tersedia sehingga pekerjaan dapat segera dilaksanakan apabila anggaran disetujui pemerintah daerah bersama DPRD.

Ia memastikan pembangunan drainase di ruas Jalan Woloare A tetap menjadi prioritas dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas belum terealisasinya proyek tersebut karena keterbatasan keuangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....