Kontingen Pramuka Ende Tetap Berangkat ke Jambore Daerah meski Dana Terbatas

  • 25 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ende, H. Ahmad Abdul Gefar, memastikan keberangkatan kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Ende menuju Jambore Daerah Nusa Tenggara Timur di Kupang tidak batal. Kepastian tersebut disampaikan di ruang kerjanya, Sabtu 25 Juli 2026, setelah berbagai upaya pembiayaan akhirnya menemukan jalan keluar.

Menurut Ahmad Abdul Gefar, sempat muncul kekhawatiran kontingen gagal berangkat akibat keterbatasan anggaran kegiatan yang telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Kendala itu muncul setelah proposal pendanaan tidak masuk dalam pembahasan anggaran pemerintah daerah sehingga dukungan pembiayaan tidak tersedia.

Ia menjelaskan proposal kegiatan telah diajukan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ende kepada instansi terkait sejak 5 September 2025 sesuai mekanisme rutin. "Selama bertahun-tahun, pola pengajuan tersebut berjalan tanpa hambatan sehingga pihaknya tetap merekrut peserta sebagaimana pelaksanaan jambore sebelumnya." ujarnya.

Gefar menilai persoalan bukan semata-mata disebabkan kelalaian pihak tertentu, melainkan terjadi karena adanya pergantian staf yang menangani urusan kepramukaan. Perubahan personel tersebut menyebabkan dokumen pengajuan tidak diinput dalam pembahasan anggaran daerah sehingga pembiayaan kegiatan akhirnya terlewatkan.

Selama ini, kata Gefar, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan Pramuka selalu tersedia karena penganggaran dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya. Situasi berbeda justru terjadi pada tahun ini ketika proposal tidak tercantum dalam dokumen anggaran pemerintah daerah Kabupaten Ende.

Akibat tidak tersedianya alokasi anggaran, pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan dan Kepemudaan kemudian mencari alternatif agar keberangkatan peserta tetap terlaksana. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggeser sebagian anggaran kegiatan lain yang masih berkaitan dengan pembinaan kepramukaan.

Gefar mengungkapkan dinas mengalihkan sebagian anggaran senilai sekitar Rp100 juta, namun hanya dapat membantu biaya perjalanan kontingen menuju Kupang. Bantuan yang akhirnya diterima sebesar Rp40.740.000, sedangkan kebutuhan keseluruhan berdasarkan proposal mencapai sekitar Rp125 juta.

"Selisih kebutuhan pembiayaan yang masih cukup besar kemudian dibahas bersama seluruh orang tua peserta dalam sebuah pertemuan khusus. Hasil musyawarah menyepakati tambahan kontribusi sebesar Rp500 ribu dari masing-masing peserta agar keberangkatan tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal." ungkap Ahmad Abdul Gefar.

Selain dukungan orang tua, Kwartir Cabang juga mengandalkan bantuan jaringan keluarga besar Ikatan Keluarga Ende Flores di Kota Kupang. Bantuan tersebut tidak berupa uang tunai, melainkan dukungan transportasi serta kebutuhan lapangan yang dapat meringankan beban kontingen.

Gefar mengatakan berbagai perlengkapan lama kembali digunakan karena keterbatasan anggaran tidak memungkinkan pengadaan peralatan baru sebagaimana standar jambore sebelumnya. Tenda, perlengkapan makan, hingga peralatan pendukung lainnya tetap dibawa meskipun sebagian besar telah digunakan pada kegiatan terdahulu.

Apabila masih terdapat kekurangan perlengkapan selama kegiatan berlangsung, pihaknya berencana meminjam sejumlah peralatan dari keluarga besar masyarakat Ende di Kupang. Langkah tersebut dipilih agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti aktivitas jambore tanpa mengurangi semangat maupun kesiapan mereka.

Kontingen Pramuka Penggalang Kabupaten Ende dijadwalkan bertolak menuju Kupang pada Sabtu malam ini menggunakan Kapal Motor Dharma Rucitra VIII bersama seluruh peserta. Keberangkatan itu menjadi jawaban atas kekhawatiran sebelumnya yang sempat berkembang setelah persoalan anggaran mencuat ke publik.

Gefar berharap pengalaman tahun ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar pembinaan Gerakan Pramuka memperoleh dukungan pembiayaan yang lebih terencana pada masa mendatang. Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter generasi muda sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010.

Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memberikan dukungan kepada Gerakan Pramuka melalui mekanisme yang telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat diberikan secara berkesinambungan sehingga pembinaan generasi muda tidak terkendala persoalan administratif maupun anggaran.

Di tengah keterbatasan yang dihadapi, Gefar mengajak seluruh pihak tidak saling menyalahkan karena persoalan tersebut telah diupayakan penyelesaiannya secara bersama-sama. Ia optimistis setiap permasalahan memiliki jalan keluar selama seluruh unsur bersedia membangun komunikasi dan saling mendukung.

Gefar juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian Jambore Daerah dengan baik meskipun fasilitas yang tersedia masih sangat sederhana. Baginya, keselamatan, kesehatan, serta pengalaman belajar anak-anak menjadi tujuan utama yang harus tetap dijaga hingga mereka kembali ke Ende.

Meski berhasil memastikan keberangkatan ke Jambore Daerah, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ende memastikan para peserta hanya mengikuti kegiatan tingkat provinsi tahun ini. Keterbatasan anggaran membuat kontingen Ende belum dapat melanjutkan ke Jambore Nasional karena dukungan dana yang dibutuhkan sama sekali belum tersedia.

Sementara itu, orang tua peserta Rahmawati Purnamasari mengaku persiapan putranya bersama kontingen telah dilakukan secara intensif sejak sekitar tiga bulan terakhir. Berbagai latihan telah dijalani sehingga menurutnya kesiapan peserta telah mencapai hampir seratus persen menjelang keberangkatan menuju Kupang.

Rahmawati mengaku sempat kecewa ketika orang tua menerima informasi mengenai kendala anggaran yang mengancam keberangkatan seluruh peserta Jambore Daerah. Namun melalui musyawarah bersama, seluruh wali murid akhirnya menyepakati tambahan biaya agar anak-anak tetap memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Ia berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi semangat peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik selama mengikuti Jambore Daerah tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, hasil latihan yang telah dijalani menjadi modal penting bagi kontingen Ende membawa nama daerah dengan prestasi membanggakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....