Sebanyak 173 Personel Gabungan Kawal Pentahbisan Sembilan Imam Baru di Ende

  • 29 Sep 2026 15:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Polres Ende mengerahkan 173 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian pentahbisan sembilan imam baru Keuskupan Agung Ende selama dua hari. Pengamanan berlangsung sejak Senin 28 sore hingga Selasa 29 September 2026 pagi, mencakup Salve Agung, pemberkatan peralatan liturgi, dan Misa Pentahbisan utama.

Kegiatan terpusat di Gereja Paroki St. Josef Freinademetz Mautapaga, yang dipadati sekitar 1.000 umat Katolik dari berbagai wilayah. Personel disiagakan untuk menjaga ketertiban umat sekaligus mengatur pergerakan kendaraan di sekitar lokasi selama prosesi berlangsung hingga selesai.

Kabagops Polres Ende AKP Amrin memimpin pengamanan, dengan petugas memetakan titik rawan kemacetan serta mengamankan area ibadah utama. Pengamanan melibatkan unsur kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan perangkat terkait untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan berlangsung tertib.

Dari 173 personel yang diterjunkan, sebanyak 98 anggota berasal dari Polres Ende untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Sementara itu, Kodim 1602/Ende menurunkan 15 personel, sedangkan Satpol PP dan Dinas Perhubungan masing-masing mengerahkan 30 personel.

Puncak kegiatan berlangsung Selasa pagi melalui Misa Pentahbisan sembilan Diakon menjadi Imam Baru Keuskupan Agung Ende. Misa dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dengan umat mengikuti prosesi secara khidmat.

Sembilan imam baru tersebut yakni Ferdianus Son, Silvester Deu, dan Fortunatus Nikolaus Lakus dari tarekat OCD. Enam lainnya ialah Kornelius Afran Guru, Andreas Yohanes Lako Ghao, Hyasintus Godho Ugha, Yanuarius Mere, Zakarias Gusi Jata, serta Adelbertus Pontius Dhae.

AKP Amrin menyebut koordinasi lintas instansi dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam pengamanan agenda keagamaan tersebut. Menurutnya, seluruh personel menjalankan tugas pengamanan secara terpadu sejak persiapan hingga jemaat meninggalkan kawasan gereja.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel pengecekan personel pada Senin sore sebelum pengamanan Salve Agung dan pemberkatan peralatan liturgi. Pengamanan kemudian dilanjutkan hingga Misa Pentahbisan pada Selasa pagi, termasuk pengaturan lalu lintas sekitar gereja.

Setelah seluruh prosesi berakhir, situasi di sekitar Gereja Paroki St. Josef Freinademetz Mautapaga tetap aman dan terkendali. Arus kepulangan jemaat berlangsung tertib, sementara personel gabungan tetap bersiaga hingga aktivitas masyarakat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....