Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Ende Terus Meningkat Drastis
- 25 Jul 2026 16:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mengalami peningkatan sepanjang semester pertama 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mencatat 1.768 kasus gigitan sejak Januari hingga Juni 2026 dengan satu korban meninggal dunia.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransisca Nusanumba Ero, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis 23 Juli 2026. Ia mengatakan tren kasus GHPR menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Fransisca menjelaskan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 3.215 kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Ende tanpa adanya korban meninggal dunia. Sementara pada 2026, meski jumlah kasus masih berjalan hingga pertengahan tahun, sudah terdapat satu kasus kematian akibat rabies.
Korban meninggal diketahui merupakan seorang perempuan berusia 32 tahun asal Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko. Korban mengalami gigitan hewan penular rabies pada April 2026 dengan lokasi luka di betis kanan hingga menembus kulit.
Menurut Fransisca, petugas kesehatan telah menganjurkan korban untuk segera mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR), namun anjuran tersebut ditolak oleh korban bersama keluarganya. Pada 20 Juni 2026 korban baru dibawa ke puskesmas setelah menunjukkan gejala rabies dan sehari kemudian dirujuk ke RSUD Ende.
Ia mengatakan korban sempat diberikan VAR pada 21 Juni 2026, tetapi kondisinya sudah memasuki fase klinis sehingga penanganan tidak lagi efektif. Korban akhirnya meninggal dunia di RSUD Ende pada pukul 21.30 Wita.
Dinas Kesehatan memastikan seluruh korban gigitan hewan penular rabies yang datang ke Rabies Center akan mendapatkan pelayanan dan pemberian VAR sesuai indikasi medis. Saat ini terdapat enam Rabies Center di Kabupaten Ende, yakni Puskesmas Onokore, Rukun Lima, Nangapanda, Detusoko, Wolowaru, dan Maurole.
Fransisca mengungkapkan stok VAR di Instalasi Farmasi Kesehatan Kabupaten Ende saat ini mencapai 200 vial. Selain itu, tersedia 11 vial di Puskesmas Wolowaru dan 30 vial di Puskesmas Maurole, sehingga total persediaan mencapai 241 vial, sedangkan stok Serum Anti Rabies (SAR) masih kosong.
Ia menambahkan, beberapa Rabies Center sempat mengalami kekosongan VAR karena stok di Instalasi Farmasi Kesehatan habis. Pemerintah Kabupaten Ende telah mengajukan permintaan tambahan sebanyak 2.500 vial VAR kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan dipastikan akan tiba dalam satu hingga dua hari ke depan.
Fransisca mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies dengan segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 hingga 20 menit apabila tergigit hewan penular rabies. Ia juga meminta warga segera mendatangi Rabies Center paling lambat satu minggu setelah gigitan untuk memperoleh VAR serta rutin melakukan vaksinasi terhadap anjing sebagai langkah pencegahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....