Atasi Berbagai Tantangan Kesehatan, NTT Perkuat Implementasi Program KITA SEHAT

  • 21 Jul 2026 11:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Provinsi NTT akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Pemerintah Australia, dan para mitra pembangunan sebagai tindak lanjut peluncuran Program KITA SEHAT. Langkah tersebut dilakukan untuk menyusun implementasi program yang terintegrasi guna memperkuat sistem kesehatan di NTT.

Pada acara peluncuran Program KITA SEHAT di Jakarta, Senin 20 Juli 2026, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan, NTT masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang memerlukan penanganan secara menyeluruh. Persoalan utama adalah tingginya prevalensi stunting di sejumlah kabupaten, seperti Kabupaten Sikka dan Kabupaten Sumba Barat Daya yang masing-masing mencapai sekitar 39 persen, serta Kabupaten Belu sebesar 29,3 persen.

Wakil Gubernur juga menyampaikan jika angka kematian ibu pada 2025 meningkat menjadi 141 kasus. Selain itu, angka kematian bayi tercatat sebanyak 986 kasus dan angka kematian balita juga mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Di bidang pengendalian penyakit menular, hingga Juni 2026 Provinsi NTT masih mencatat 87 kasus positif malaria dengan satu kasus kematian. Sementara itu, hingga 1 Juli 2026 terdapat 10.209 kasus kumulatif Orang dengan HIV (ODHIV) dan 4.787 kasus tuberkulosis selama periode Januari hingga Juni 2026.

Persoalan rabies juga menjadi perhatian serius karena telah menyebar di 16 kabupaten/kota di NTT. Untuk mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 70 persen populasi anjing, daerah ini masih membutuhkan sekitar 400.000 dosis vaksin rabies hewan.

Hingga saat ini, bantuan dari World Organisation for Animal Health (WOAH) baru memenuhi sekitar 200.000 dosis vaksin rabies. Pemerintah Provinsi NTT masih memerlukan dukungan tambahan, termasuk pembiayaan operasional bagi petugas vaksinator agar program pengendalian rabies dapat berjalan optimal.

Wakil Gubernur NTT berharap Program KITA SEHAT dapat mendukung pemenuhan kebutuhan vaksin rabies sekaligus memperkuat layanan kesehatan primer di daerah. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar berbagai persoalan kesehatan di NTT dapat ditangani secara lebih terpadu dan berkelanjutan.

Ia menambahkan jika tantangan kesehatan di NTT tidak hanya dipengaruhi oleh keterbatasan layanan kesehatan. Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terbatasnya akses air bersih, sanitasi yang belum memadai, faktor sosial budaya, serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil, turut menjadi faktor yang harus diatasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....