Mendidik dengan Teladan, Bukan Teriakan Jadi Pesan Mimbar Agama Islam RRI Ende

  • 27 Jul 2026 16:31 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Pendidikan yang paling efektif bagi anak adalah melalui keteladanan yang ditunjukkan oleh orang tua, guru, dan lingkungan sekitar, bukan hanya melalui nasihat atau perintah.
  • Anak-anak cenderung meniru perilaku yang mereka saksikan daripada sekadar mendengarkan instruksi verbal dari orang dewasa.
  • Program Mimbar Agama Islam yang disiarkan RRI menghadirkan pesan mendidik dengan teladan sebagai strategi efektif dalam membangun keluarga dan membentuk karakter generasi muda.

RRI.CO.ID,Ende – Program Mimbar Agama Islam yang disiarkan pada Jumat, 24 Juli 2026, menghadirkan Fhatur Rachman Ola, S.Sos, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kabupaten Ende. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema "Mendidik dengan Teladan, Bukan Teriakan" sebagai pesan utama dalam membangun keluarga dan membentuk karakter generasi.

Fhatur Rachman Ola menyampaikan bahwa pendidikan yang paling efektif bukan hanya melalui nasihat atau perintah, melainkan melalui keteladanan yang ditunjukkan oleh orang tua, guru, maupun lingkungan sekitar. Menurutnya, anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat daripada sekadar mendengar apa yang mereka diperintahkan.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam mendidik umat. Sikap lemah lembut, penuh kasih sayang, sabar, dan konsisten dalam berbuat baik menjadi contoh nyata bahwa pendidikan karakter dibangun melalui perilaku, bukan melalui kemarahan atau teriakan.

"Dalam mendidik anak, keteladanan memiliki pengaruh yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan bentakan atau hukuman. Anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai kebaikan ketika melihat orang tuanya mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Fhatur juga mengingatkan bahwa kebiasaan memarahi atau membentak anak dapat menimbulkan dampak psikologis, seperti menurunnya rasa percaya diri, munculnya ketakutan, hingga renggangnya hubungan emosional antara orang tua dan anak. Karena itu, ia mengajak setiap pendidik untuk mengedepankan komunikasi yang santun, penuh kasih sayang, dan disertai contoh yang baik.

Selain dalam keluarga, keteladanan juga diperlukan di lingkungan sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat. Menurutnya, budaya saling menghormati, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab akan tumbuh apabila setiap individu memulai dari dirinya sendiri.

Melalui tema "Mendidik dengan Teladan, Bukan Teriakan", masyarakat diajak untuk menjadikan akhlak mulia sebagai sarana utama dalam proses pendidikan. Keteladanan yang dilakukan secara konsisten diyakini mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.

Program Mimbar Agama Islam diharapkan terus menjadi media dakwah dan edukasi yang memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dalam keluarga dan lingkungan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....