Menjadi Gandum di tengah Ilalang, Umat Diajak Tetap Setia Berbuat Baik
- 28 Jul 2026 09:36 WIB
- Ende
Poin Utama
- Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Maria Merlyana Koten, menyampaikan pesan agar umat Katolik tetap menjadi pribadi berbudi luhur dan tidak mudah terpengaruh hal negatif.
- Dalam renungannya bertajuk 'Menjadi Gandum di Tengah Ilalang', Maria Merlyana menggunakan analogi ladang untuk menggambarkan kehidupan manusia yang diibaratkan ditumbuhi gandum dan ilalang secara bersamaan.
- Pesan spiritual ini disampaikan melalui program Mutiara Pagi RRI Ende pada hari Selasa, 28 Juli 2026, sebagai bagian dari dakwah agama kepada masyarakat luas.
RRI.CO.ID,Ende – Umat Katolik diajak untuk tetap menjadi pribadi yang membawa kebaikan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Ende, Maria Merlyana Koten, S.Ag, dalam program Mutiara Pagi RRI Ende, Selasa,28 Juli 2026.
Dalam renungannya bertajuk "Menjadi Gandum di Tengah Ilalang", Maria Merlyana mengatakan bahwa kehidupan manusia saat ini diibaratkan seperti ladang yang ditumbuhi gandum dan ilalang secara bersamaan. Keduanya tumbuh berdampingan, namun memiliki hasil yang berbeda.
Menurutnya, gandum melambangkan orang-orang yang hidup dalam kebaikan, kejujuran, kasih, dan kesetiaan kepada Tuhan. Sementara ilalang menggambarkan berbagai sikap yang bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan, seperti kebencian, iri hati, ketidakjujuran, dan tindakan yang merugikan sesama.
"Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk tetap menjadi gandum, meskipun hidup di tengah lingkungan yang penuh tantangan. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi tetaplah menghasilkan buah-buah kebaikan," ujarnya.
Maria Merlyana menjelaskan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang akan menghadapi berbagai godaan dan pengaruh yang dapat menjauhkan dari nilai-nilai iman. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kebaikan.
Ia mengajak umat agar terus membangun karakter yang kuat melalui doa, mendengarkan sabda Tuhan, serta menghidupi nilai kasih dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, menjadi gandum berarti berani menjadi teladan melalui perkataan dan tindakan.
Sikap sederhana seperti jujur, saling menghormati, peduli kepada sesama, serta menjaga persaudaraan merupakan wujud nyata kehadiran orang beriman di tengah masyarakat. Maria Merlyana juga mengingatkan bahwa Tuhan pada akhirnya akan membedakan setiap perbuatan manusia.
Karena itu, setiap orang hendaknya menggunakan kesempatan hidup untuk terus bertumbuh dalam kebaikan dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku yang menyimpang. Melalui renungan tersebut, umat diajak untuk tetap teguh dalam iman, memelihara harapan, serta menjadi pembawa damai di mana pun berada.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....