Kasus Kebakaran Manggarai Barat Meningkat, Damkar Masih Miliki Satu Mobil Pemadam
- 25 Jul 2026 11:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Manggarai Barat terus menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Data Satpol PP dan Damkar mencatat 12 kasus pada 2024, meningkat menjadi 23 kasus pada 2025, dan hingga pertengahan Juli 2026 telah terjadi 15 kasus kebakaran.
Kepala Satpol PP dan Damkar Manggarai Barat, Yeremias Ontong, mengatakan kebakaran yang terjadi tidak hanya menghanguskan rumah warga, tetapi juga lahan, bangunan usaha hingga fasilitas umum. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius di tengah pesatnya pembangunan di Labuan Bajo.
“Kebakaran tidak hanya memakan rumah warga, tetapi juga lahan, bangunan usaha hingga fasilitas umum. Ini ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama,” kata Yeremias, Kamis 23 Juli 2026.
Dirinya juga menyampaikan, kebakaran lahan masih mendominasi, terutama saat musim kemarau di kawasan perbukitan Labuan Bajo dan Kecamatan Komodo. Penyebabnya beragam, mulai dari pembakaran lahan, kelalaian saat membakar sampah, puntung rokok, hingga cuaca panas. Sementara kebakaran bangunan umumnya dipicu korsleting listrik dan kelalaian saat memasak.
Di sisi lain, kemampuan penanganan kebakaran masih terbatas. Saat ini Damkar Manggarai Barat hanya memiliki satu unit mobil pemadam, satu mobil tangki air, dan 20 personel yang melayani wilayah Kabupaten Manggarai Barat.
“Kami hanya mampu melayani secara maksimal di kawasan Labuan Bajo. Untuk daerah yang jauh, waktu respons tentu lebih lama karena keterbatasan armada dan akses,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan kajian kebutuhan, Manggarai Barat idealnya memiliki sedikitnya 10 unit mobil pemadam dan sekitar 150 personel yang ditempatkan di sejumlah wilayah agar waktu tanggap dapat dipercepat. Selain itu, petugas juga masih bergantung pada pasokan air dari PDAM, hotel, maupun sumur warga saat proses pemadaman.
Lebih lanjut Yeremias menyampaikan, upaya pencegahan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola destinasi wisata untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau.
“Jangan membakar lahan sembarangan, awasi pembakaran sampah, pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, dan segera laporkan jika menemukan titik api agar dapat segera ditangani petugas,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....