Rumah Terdampak Gempa, Bidan di Mabar Dapat Bantuan Uang Dari Organisasi IBI Pusat
- 10 Sep 2026 11:02 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat — Di tengah masa pemulihan pascagempa Flores, kepedulian datang dari sesama bidan. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyalurkan bantuan senilai Rp45 juta bagi para anggotanya di Kabupaten Manggarai Barat yang terdampak gempa bumi. Bantuan tersebut terdiri atas Rp30 juta untuk bidan yang rumahnya mengalami kerusakan dan Rp15 juta dalam bentuk logistik bagi ibu hamil korban gempa.
Bantuan diserahkan pengurus IBI Cabang Manggarai Barat kepada Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., di Hall Kantor Bupati Manggarai Barat, Selasa, 8 September 2026. Yulianus menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas solidaritas para bidan dari seluruh Indonesia.
“Ini sangat bernilai bagi seluruh tenaga bidan di Kabupaten Manggarai Barat dan ibu hamil yang menjadi korban gempa,” ujarnya.
Yulianus mengatakan bantuan tersebut memiliki arti penting bagi para bidan yang ikut menjadi korban bencana. Saat berkunjung ke Desa Rokap, ia mengaku bertemu langsung dengan seorang bidan yang rumahnya terdampak gempa. Karena itu, ia berharap bantuan IBI dapat sedikit meringankan beban para bidan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan ibu hamil yang berada dalam situasi sulit akibat bencana.
| Baca juga: Gubernur NTT Temui Warga Palue Pascagempa |
Ketua IBI Cabang Kabupaten Manggarai Barat, Alfrida P. Ketua, didampingi Siriliani Sumira, Karolina Olin Jemaat, dan Maria Alvenita Plaun, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil solidaritas bidan IBI dari berbagai daerah di Indonesia. “Uang ini adalah wujud solidaritas dari saudara-saudari seprofesi di seluruh tanah air. Mereka ingin hadir, meski tidak bisa datang sendiri,” kata Alfrida.
Ketua IBI Pusat, Dr. Ade Jubaedah, S.Si.T., BDN, M.M., M.K.M., sebenarnya dijadwalkan menyerahkan bantuan secara langsung, namun keberangkatannya terkendala penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan akan dijadwalkan tiba di Manggarai Barat dalam beberapa hari mendatang.
Bagi Alfrida, bantuan Rp45 juta itu bukan sekadar nilai uang atau paket logistik. Di balik rumah yang retak dan atap yang runtuh akibat gempa, terdapat solidaritas ribuan bidan dari berbagai penjuru Indonesia. “Ada ribuan bidan dari Sabang sampai Merauke yang bersatu. Bukan sekadar angka Rp45 juta, tapi ini adalah pelukan dari sesama. Ini adalah bisikan bahwa para korban tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....