Wakapolda NTT Perkuat Rekonsiliasi Konflik Adonara Timur
- 22 Jul 2026 16:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., memperkuat upaya rekonsiliasi konflik antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Selasa 21 Juli 2026. Mewakili Kapolda NTT, Wakapolda menemui kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan Tim Mediasi Penanganan Konflik Komunal.
Pertemuan berlangsung di Kantor Camat Adonara Timur dan dihadiri pejabat utama Polda NTT, Kapolres Flores Timur, pemerintah daerah, Forkopimcam, serta para pemangku kepentingan. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., menyebut kehadiran Wakapolda menunjukkan perhatian serius kepolisian terhadap penyelesaian konflik yang berlangsung cukup lama tersebut.
Dalam dialog, peserta menyampaikan berbagai masukan mengenai penyelesaian konflik melalui pendekatan adat, kemanusiaan, kekeluargaan, serta dukungan pemerintah dan aparat keamanan. Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Komunal Adonara, Anton Bapa Tokan, mengatakan komunikasi dengan seluruh pihak terus dibangun demi penyelesaian damai dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Tim Mediasi David Sabon Nama menilai penyelesaian konflik harus menghormati proses hukum sekaligus memperhatikan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. Wakapolda NTT menegaskan penyelesaian sengketa batas wilayah dan tanah ulayat membutuhkan musyawarah dengan melibatkan tokoh adat, pemerintah, TNI, dan Polri.
Ia berharap konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat diselesaikan secara permanen sehingga masyarakat kembali hidup aman, damai, dan rukun. Setelah dialog, Wakapolda menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Desa Narasaosina dan meninjau pos pengamanan personel BKO Satbrimob Polda NTT.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dialog bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Dusun Bele mengenai langkah rekonsiliasi pascakonflik. Kepala Desa Waiburak Muhammad Saleh mengapresiasi perhatian Polda NTT dan menyampaikan komitmen masyarakat menyelesaikan konflik melalui musyawarah serta pendekatan kekeluargaan.
Wakapolda menekankan tiga tahapan utama penyelesaian konflik, yakni mengatasi akar persoalan, melakukan pendinginan situasi, dan mencegah konflik berulang. Kabid Humas Polda NTT menyatakan kepolisian akan terus mengawal rekonsiliasi bersama pemerintah, TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan humanis untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat Adonara Timur yang aman dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....