Polda NTT Tempuh Dialog untuk Pulihkan Situasi di Adonara Timur

  • 21 Jul 2026 12:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur - Polda Nusa Tenggara Timur mendorong pemulihan konflik warga di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, melalui pendekatan dialogis dan persuasif. Kepala Biro Operasi Polda NTT Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin bersama jajaran melakukan koordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, Senin 20 Juli 2026.

Koordinasi dilakukan bersama tokoh adat, pemerintah, masyarakat, dan pemuda dari Dusun Bele, Desa Waiburak, serta Dusun Lewonara, Desa Narasaosina. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat komunikasi antarpihak dan mendorong penyelesaian konflik secara damai melalui musyawarah serta mekanisme adat.

Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin mengatakan, dialog dengan para tokoh menunjukkan adanya komitmen bersama untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Menurutnya, masyarakat dari kedua pihak sepakat mengedepankan musyawarah dan kearifan lokal, tanpa mengesampingkan proses hukum jika ditemukan unsur pidana.

Dalam pertemuan dengan tokoh Desa Narasaosina, pemerintah desa meminta waktu untuk bermusyawarah bersama tokoh adat dan masyarakat terkait penyelesaian konflik. Pertemuan lanjutan juga akan melibatkan tokoh adat serta saksi yang mengetahui riwayat kepemilikan tanah ulayat yang menjadi akar persoalan.

"Jika proses tersebut menemukan adanya unsur tindak pidana, penyelesaian akan dilakukan melalui mekanisme hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku." ungkap Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin menegaskan. Sementara itu, warga Dusun Bele berharap konflik tidak merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin antara kedua kelompok masyarakat.

Warga menyebut kedua kelompok masih memiliki hubungan kekerabatan dan ikatan perkawinan, sehingga perdamaian menjadi harapan bersama masyarakat setempat. Masyarakat juga menyatakan kesiapan membantu aparat keamanan dengan memberikan informasi mengenai potensi gangguan keamanan atau provokasi yang dapat memicu konflik susulan.

Di tengah proses pemulihan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Dusun Bele yang terdampak konflik. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, makanan anak, lauk siap saji, kasur, selimut, family kit, paket sandang dewasa, dan tenda gulung.

Kombes Pol. Joni Afrizal Syarifuddin mengatakan, bantuan tersebut diharapkan meringankan beban warga sekaligus mendukung proses pemulihan masyarakat pascakonflik. Ia menjelaskan, penanganan konflik yang dilakukan Polda NTT mengacu Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2013 tentang penanganan konflik sosial.

Penanganan tersebut mencakup tiga tahapan, yakni pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pascakonflik melalui koordinasi seluruh pihak terkait. Saat ini, Polda NTT bersama TNI dan pemerintah daerah berfokus pada pemulihan dengan menjaga keamanan sekaligus membangun komunikasi masyarakat.

Hingga Senin kemarin, situasi Desa Narasaosina dan Dusun Bele terpantau aman dan kondusif, dengan personel gabungan tetap melakukan patroli rutin. Patroli dan pemantauan intensif dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan baru sekaligus memastikan proses rekonsiliasi masyarakat berjalan secara berkelanjutan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....