NTT Jadi Lokus Nasional Program KITA SEHAT Indonesia–Australia
- 21 Jul 2026 11:22 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai salah satu daerah lokus nasional pelaksanaan Program KITA SEHAT (Kemitraan Indonesia–Australia untuk Transformasi Kesehatan). Selain NTT, program ini juga akan diimplementasikan di Jawa Barat dan Papua Barat Daya sebagai wilayah percontohan transformasi sistem kesehatan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Peluncuran nasional Program KITA SEHAT berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Senin 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, serta Pemerintah Australia.
Program KITA SEHAT mengusung pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan ketahanan iklim. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional secara terpadu, adaptif, dan berkelanjutan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan penguatan layanan kesehatan primer harus menjadi prioritas sebelum penguatan layanan rujukan. Ia juga meminta seluruh pemerintah daerah menetapkan target dan indikator yang terukur agar capaian program, seperti penurunan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, dan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis, dapat dievaluasi secara objektif.
Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas, Teni Widuriyanti, mengatakan Program KITA SEHAT merupakan bentuk kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah sekaligus membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengatakan jika penguatan layanan kesehatan primer menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif.
Upaya sekaligus menegaskan komitmen Australia mendukung penguatan gizi masyarakat dan peningkatan kapasitas kepemimpinan daerah. Selain itu juga termasuk sistem surveilans penyakit dan koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman pandemi dan dampak perubahan iklim.
Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menyebut Program KITA SEHAT sebagai investasi bersama untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Ia menilai transformasi kesehatan harus dibangun dari daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan ketahanan pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....