BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kemandirian Ekonomi Melalui Program PEKA

  • 11 Jul 2026 12:06 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat dampak program jaminan sosial melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) sebagai upaya mendorong keluarga pekerja tetap produktif dan mandiri secara ekonomi.

Program tersebut dilaksanakan bersama Bank NTB Syariah dengan memberikan pelatihan, pendampingan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan kepada 52 penerima manfaat, yang merupakan ahli waris peserta di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 9 Juli 2026.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan Program PEKA dirancang agar manfaat jaminan sosial tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek, tetapi juga menjadi modal usaha produktif.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen untuk menghadirkan perlindungan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga membantu keluarga peserta agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Menurut Saiful, program ini merupakan implementasi konsep value beyond protection, di mana BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir saat risiko terjadi, tetapi juga mendampingi peserta dan keluarganya agar kembali berdaya.

Dirinya menjelaskan Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yakni Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, sehingga penerima manfaat memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha, dan memperoleh penghasilan berkelanjutan.

Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan mencatat telah membayarkan manfaat sebesar Rp430,93 miliar untuk 50.006 klaim di NTB. Sementara hingga Juni 2026, telah disalurkan 29.554 klaim dengan total manfaat mencapai Rp259,05 miliar.

Saiful menilai besarnya manfaat tersebut perlu diimbangi edukasi dan pendampingan agar memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyatakan pihaknya mendukung penuh program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Akses permodalan sudah tersedia melalui berbagai produk pembiayaan. Yang terpenting, UMKM yang didampingi harus benar-benar menjadi produktif,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Bank NTB Syariah juga menyalurkan bantuan melalui Program Tunas sebesar sekitar Rp10 juta kepada penerima manfaat.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Manggarai Barat Labuan Bajo, Arief Wahyudhi, menegaskan Program PEKA diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Menurut Arief, sepanjang tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manggarai Barat Labuan Bajo telah menyalurkan manfaat klaim sebesar Rp42,14 miliar untuk 6.747 klaim di tiga wilayah kerja, yakni Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

“Melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan literasi keuangan, kami ingin memastikan ahli waris peserta memiliki kesempatan untuk bangkit dan mandiri,” ujarnya.

Ia berharap sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan mitra strategis dapat terus diperkuat agar manfaat jaminan sosial tidak hanya dirasakan saat risiko terjadi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....