Bupati Lembata Dorong UMKM Perempuan Lewat KPM Siga Naran Ina
- 22 Jun 2026 08:05 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Lembata – Pemerintah Kabupaten Lembata mendorong penguatan usaha ekonomi perempuan melalui dukungan akses pasar dan program pemberdayaan produktif. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, saat menghadiri kegiatan Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Siga Naran Ina di Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Minggu 14 Juni 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ursula S. Bayo, Ketua Umum KPM Siga Naran Ina, Paulina Pega, serta ratusan anggota kelompok perempuan dari berbagai wilayah di Kabupaten Lembata.
Paulina Pega menjelaskan KPM Siga Naran Ina dibentuk sejak tahun 2020 sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang menghadapi tekanan ekonomi, terutama para janda dan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Menurutnya, kelompok tersebut hadir untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui usaha produktif dan kerja bersama.
Saat ini, KPM Siga Naran Ina memiliki sekitar 400 anggota yang tergabung dalam 28 kelompok. Para anggota bekerja di berbagai sektor informal seperti petani, peternak, pembakul ikan, penjual sayur, penenun, hingga pelaku usaha kecil.
“Semua pekerjaan yang biasanya dilakukan seorang suami dan ayah, mereka jalankan sendiri dengan penuh ketabahan demi menghidupi keluarga,” ujar Paulina dalam sambutannya.
Bupati Kanisius Tuaq mengapresiasi semangat para perempuan yang tetap berusaha menopang kebutuhan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi. Ia menilai kekuatan ekonomi daerah juga ditopang oleh ketekunan perempuan dalam mengembangkan usaha kecil di tingkat rumah tangga.
Menurutnya, pemerintah daerah memang memiliki keterbatasan fiskal dalam menjalankan program pembangunan. Namun demikian, pemerintah tetap berupaya membuka ruang pemberdayaan masyarakat melalui program ekonomi produktif yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satu peluang usaha yang disiapkan pemerintah yakni pemasaran jagung titi berbahan jagung pulut melalui dinas terkait. Pemerintah Kabupaten Lembata disebut telah menyiapkan pasar dengan standar harga sesuai kualitas produk yang dihasilkan masyarakat.
Selain sektor pangan olahan, pemerintah juga membuka akses pemasaran untuk hasil peternakan seperti ayam pedaging, babi, kambing, dan sapi. Khusus ternak babi, pemerintah menyiapkan fasilitas penampungan dengan harga pembelian sekitar Rp55 ribu per kilogram berat hidup.
“Kami ingin memastikan hasil usaha masyarakat memiliki pasar yang jelas. Pemerintah hadir untuk membantu pemasaran hasil pertanian, peternakan, nelayan, dan UMKM masyarakat,” kata Bupati Kanisius Tuaq.
Menutup pertemuan, Bupati mengajak seluruh anggota kelompok tetap fokus mengembangkan usaha produktif dan memanfaatkan program pemberdayaan yang telah disiapkan pemerintah daerah. Ia berharap kelompok perempuan mandiri di Lembata terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....