Pancasila Menjadi Perekat Persatuan di tengah Keberagaman Indonesia
- 09 Jul 2026 21:41 WIB
- Ende
Poin Utama
- Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang mendorong toleransi, musyawarah, saling menghormati, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
- Implementasi nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat melalui pendidikan karakter dan aktualisasi nyata dalam tindakan sehari-hari.
- Gotong royong merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila dan ciri khas bangsa Indonesia yang harus terus diperkuat melalui solidaritas sosial.
RRI.CO.ID,Ende – Pancasila memiliki peran strategis sebagai perekat persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai mampu menjadi fondasi dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Dosen Tetap Program Studi Ilmu Hukum Universitas Flores, Karolus Charlaes Bego, S.H., M.Sc., saat menjadi narasumber dalam program Kita Indonesia yang disiarkan pada Kamis,9 Juli 2026. Menurut Karolus, Indonesia merupakan negara yang dibangun di atas keberagaman sehingga diperlukan sebuah dasar negara yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa tanpa membedakan latar belakang masyarakat.
"Keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Pancasila hadir sebagai titik temu berbagai perbedaan yang ada di Indonesia sehingga seluruh warga negara memiliki pijakan yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang mendorong masyarakat untuk saling menghormati, menjunjung tinggi toleransi, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, tantangan kehidupan berbangsa saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial.
Arus informasi yang begitu cepat dapat memicu munculnya polarisasi, intoleransi, hingga penyebaran hoaks apabila tidak disikapi secara bijaksana. Karolus menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, hingga masyarakat.
Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus membangun sikap saling menghargai di tengah keberagaman. "Implementasi Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai teori atau hafalan.
Nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, mengutamakan dialog dalam menyelesaikan persoalan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," katanya. Ia juga mengingatkan bahwa semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus memperkuat solidaritas sosial agar persatuan nasional tetap terjaga. Karolus menilai, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kewajiban seluruh warga negara.
Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia diyakini akan tetap kokoh sebagai bangsa yang majemuk namun tetap bersatu. Melalui momentum diskusi dalam program Kita Indonesia, masyarakat diajak untuk terus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi dalam memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, dan mewujudkan Indonesia yang damai, adil, serta sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....