Dandim Flotim: Konflik Komunal Tak Pernah Melahirkan Pemenang
- 15 Jun 2026 14:58 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Komandan Kodim 1624/Flotim, Letkol Inf. Erly Merlian, menegaskan pentingnya mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap penyelesaian konflik komunal di Adonara. Pesan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Penanganan Konflik Komunal bertajuk Jalan Baru Kemartabatan Lewotana yang digelar di Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin 1 Juni 2026 itu dibuka langsung oleh Bupati Flores Timur dan diikuti sekitar 500 peserta. Mereka terdiri dari para camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-daratan Adonara.
Sarasehan digelar sebagai ruang dialog untuk mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat. Pemerintah daerah juga mendorong penguatan rekonsiliasi serta nilai-nilai budaya lokal sebagai fondasi perdamaian.
Dalam forum tersebut, para tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan unsur Forkopimda menyampaikan pandangan mengenai pentingnya menjaga persatuan. Mereka menilai penyelesaian konflik harus dilakukan melalui pendekatan dialog, penghormatan terhadap adat, dan kesadaran kolektif masyarakat.
Dandim 1624/Flotim Letkol Inf. Erly Merlian mengatakan adat merupakan warisan luhur yang mengajarkan penghormatan kepada sesama, pengendalian diri, serta kebijaksanaan dalam bertindak. Menurutnya, adat tidak pernah mengajarkan kekerasan sebagai cara menyelesaikan persoalan.
Ia menegaskan bahwa setiap konflik yang terjadi hanya akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak. Dampaknya tidak hanya merusak hubungan persaudaraan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, melemahkan perekonomian, dan mengurangi rasa aman di lingkungan sosial.
| Baca juga: Manggarai Perketat Pengawasan Pilkades 2026 |
“Ketika konflik terjadi, tidak ada pihak yang benar-benar menang. Yang muncul justru kerugian dan rusaknya hubungan persaudaraan,” kata Letkol Inf. Erly Merlian
Dandim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng pemersatu bangsa. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu maupun kepentingan tertentu yang berpotensi memecah belah persaudaraan di Adonara.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, adat, budaya, dan semangat gotong royong harus terus dipelihara sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat membangun ruang hidup yang damai dan saling menghargai.
Melalui sarasehan ini, Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat persaudaraan antar desa, melestarikan nilai budaya Lamaholot, serta mewariskan kehidupan yang aman dan harmonis bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....