Dinas Pariwisata: Ekowisata Detusoko Perlu Perkuat Keterlibatan Warga
- 08 Jul 2026 17:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pengembangan ekowisata di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, masih membutuhkan penguatan pada aspek keterlibatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga strategi pemasaran. Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat setempat.
Adhyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Ferdinandus Edmundus K.R., SST.Par, mengatakan konsep ekowisata memiliki indikator yang jelas dan tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan. Keberhasilan ekowisata juga diukur dari manfaat ekonomi bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan.
"Kalau bicara ekowisata itu ada indikator yang jelas. Apakah masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat, apakah lingkungannya dijaga, dan apakah kesejahteraan masyarakat meningkat," katanya dalam dialog Suara Nusantara RRI Ende di Detusoko Senin 29 Juni 2026.
Menurut Ferdinandus, sebagian besar desa wisata di Kabupaten Ende saat ini masih berada pada tahap wisata pedesaan. Meski demikian, embrio pengembangan ekowisata di Detusoko dinilai sudah mulai terlihat dan memiliki peluang untuk terus berkembang.
Ia menjelaskan tantangan terbesar saat ini adalah memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata. Apabila ada kelompok masyarakat yang tidak terlibat, hal itu dapat mengurangi dukungan terhadap pengembangan desa wisata.
"Kalau ada masyarakat yang tidak mendapat peran dalam pariwisata, mereka bisa menjadi pihak yang justru tidak mendukung pengembangan wisata itu sendiri," ujarnya.
Ferdinandus menilai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun destinasi. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap pengembangan desa wisata.
Selain penguatan sumber daya manusia, ia menekankan pentingnya strategi pemasaran yang lebih luas. Menurutnya, desa-desa wisata di Detusoko perlu mulai membangun kemitraan dengan pelaku industri pariwisata seperti tour operator dan pemandu wisata agar mampu menjangkau lebih banyak wisatawan.
"Sekarang saatnya masuk ke strategi pasar. Jangan hanya fokus pada pelatihan dasar, tapi mulai membangun jaringan dengan pihak yang bisa mendatangkan wisatawan," katanya.
Ia menambahkan hasil survei menunjukkan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Ende lebih banyak tertarik pada wisata budaya dan wisata alam. Karena itu, potensi persawahan, aktivitas bertani, serta tradisi masyarakat di Detusoko perlu dikemas menjadi pengalaman wisata yang autentik dan bernilai jual.
"Budaya itu bukan hanya rumah adat, tetapi juga aktivitas masyarakat sehari-hari. Itu yang justru dicari wisatawan," ucapnya.
Melalui kolaborasi yang lebih kuat antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri pariwisata, pengembangan desa wisata di Detusoko diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....