Detusoko Bangun Ekowisata dari Sawah, Budaya, dan Rumah Warga
- 08 Jul 2026 17:43 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, terus mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat dengan mengangkat potensi persawahan, budaya, dan kehidupan sehari-hari warga sebagai daya tarik utama. Konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dari aktivitas pariwisata.
Pelopor pengembangan ekowisata Detusoko, Ferdinandus Watu, S.Fil, mengatakan wilayah Detusoko memiliki posisi strategis karena berada di jalur wisata menuju Taman Nasional Kelimutu. Kondisi itu dinilai menjadi peluang besar untuk mengembangkan destinasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Orang datang ke Flores pasti ke Komodo dan Kelimutu. Detusoko menjadi jalur yang dilewati wisatawan sehingga ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan," katanya dalam program Suara Nusantara RRI Ende di Lepelio Cafe, Detusoko Senin 29 Juni 2026.
Ferdinandus menjelaskan pengembangan ekowisata mulai dirintis sejak 2018 melalui Remaja Mandiri Community (RMC). Program tersebut diawali dengan penyediaan homestay sederhana di rumah-rumah warga sebagai bentuk keterlibatan langsung masyarakat dalam sektor pariwisata.
"Awalnya hanya satu dusun dengan konsep wisata menginap di rumah masyarakat. Pelan-pelan berkembang dan semakin tertata ketika kami mulai membangun desa wisata," ujarnya.
Menurutnya, daya tarik utama Detusoko bukan hanya panorama alam, tetapi juga kehidupan masyarakat yang masih mempertahankan budaya dan tradisi. Aktivitas bertani, memanen hasil kebun, hingga mengikuti tradisi adat menjadi pengalaman autentik yang diminati wisatawan, khususnya mancanegara.
Ia menegaskan pengembangan ekowisata di Detusoko mengacu pada tiga prinsip utama, yakni people, planet, dan profit. Konsep tersebut memastikan masyarakat menjadi subjek pembangunan, kelestarian lingkungan tetap terjaga, dan aktivitas pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi.
"Pariwisata jangan sampai mencabut masyarakat dari akar budaya dan pertaniannya. Justru pertanian menjadi inti, sementara wisata menjadi nilai tambah," katanya.
Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Desa Detusoko Barat pernah masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, sekaligus meraih predikat Desa Anti Korupsi dan Desa Program Kampung Iklim (Proklim).
Melalui pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, warga diharapkan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Kehadiran wisatawan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal tanpa menghilangkan identitas budaya dan kelestarian lingkungan yang menjadi kekuatan utama Detusoko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....