Pokdarwis Detusoko Barat Ungkap Kunjungan Wisata Terus Menurun
- 08 Jul 2026 17:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Niraneni Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende, mengungkapkan aktivitas pariwisata di wilayahnya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut ditandai dengan berkurangnya jumlah homestay yang aktif serta menurunnya kunjungan wisatawan.
Ketua Pokdarwis Niraneni, Stanis Laus, mengatakan pada masa awal pengembangan desa wisata, Detusoko Barat memiliki lebih dari 40 homestay yang dikelola masyarakat. Namun, saat ini hanya sekitar 17 homestay yang masih beroperasi melayani wisatawan.
"Dulu rombongan wisatawan sering datang dan masyarakat sangat aktif. Sekarang tinggal sedikit yang masih berjalan," katanya dalam dialog Suara Nusantara RRI Ende di Lepelio Cafe, Detusoko Senin 29 Juni 2026.
Menurut Stanis, pengelolaan desa wisata berjalan lebih baik ketika promosi destinasi dilakukan secara intensif. Ia menilai upaya pemasaran yang berkelanjutan sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Detusoko Barat.
Selain penurunan jumlah homestay, atraksi budaya yang selama ini menjadi daya tarik wisata juga mulai berkurang. Sejumlah alat musik tradisional dan perlengkapan penyambutan tamu yang sebelumnya rutin digunakan kini mengalami kerusakan dan belum diperbaiki.
"Dulu alat-alat tradisional lengkap dan sering dipakai untuk menyambut tamu. Sekarang banyak yang sudah rusak dan belum diperbaiki," ujarnya.
Pokdarwis juga menyoroti pembangunan jalur setapak di kawasan persawahan yang belum rampung. Hingga kini, jalur wisata yang dirancang untuk aktivitas berjalan kaki dan bersepeda itu baru terealisasi sekitar 500 meter, sehingga belum mampu mendukung pengembangan wisata secara optimal.
Di sisi lain, Stanis mengaku pengelola desa wisata masih kesulitan memperoleh pendapatan dari kunjungan wisatawan. Pasalnya, kawasan persawahan yang menjadi daya tarik utama berada di ruang terbuka sehingga dapat diakses bebas oleh pengunjung.
"Kami tidak mungkin mengusir wisatawan yang datang menikmati pemandangan. Karena itu kami berharap ada solusi agar desa juga bisa mendapatkan pemasukan," katanya.
Ia berharap pemerintah desa, pemerintah daerah, serta pelaku industri pariwisata dapat memperkuat kolaborasi untuk menghidupkan kembali sektor wisata di Detusoko Barat. Menurutnya, langkah tersebut penting agar destinasi yang telah dikenal wisatawan tidak kehilangan daya saing di masa mendatang.
"Kami tidak mau Detusoko yang sudah dikenal luas justru mundur lagi ke belakang," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....