Festival Golo Koe Libatkan Warga Kampanyekan Pariwisata Ramah Lingkungan
- 07 Jul 2026 18:12 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Festival Golo Koe 2026 akan melibatkan masyarakat dalam berbagai aksi ekologis sebagai bagian dari kampanye pariwisata ramah lingkungan di Labuan Bajo. Melalui tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, festival ini mengajak pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di tengah perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata superprioritas.
Festival Golo Koe yang diinisiasi Gereja Keuskupan Ruteng dan kini berpusat di Labuan Bajo tidak hanya mendukung pariwisata sebagai penggerak ekonomi, sosial, dan budaya, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan sebagai pencipta.
Panitia berharap kampanye pembangunan pariwisata yang ramah lingkungan dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat. Melalui festival tersebut, pesan pelestarian lingkungan diharapkan tetap menjadi perhatian di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata.
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat peluncuran Festival Golo Koe 2026 pada 4 Juni lalu, mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tantangan berupa climate chaos atau kekacauan iklim dan ecological scarcity atau kelangkaan ekologis.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijawab dengan pertobatan ekologis yang diwujudkan melalui tindakan nyata untuk merawat bumi sebagai rumah bersama.
Senada dengan itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, mengatakan tema Festival Golo Koe 2026 menjadi pengingat penting bahwa krisis iklim harus direspons melalui aksi nyata. Ia berharap festival tersebut dapat menjadi ruang transformasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Sebagai bentuk implementasi tema tersebut, pekan puncak Festival Golo Koe yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda bertema lingkungan. Pada 11 Agustus mendatang, panitia akan menggelar Edukasi dan Aksi Ekologis yang melibatkan kaum muda, pelajar, serta komunitas peduli lingkungan dalam kegiatan bersih sampah dan penanaman pohon.
Selain itu, panitia juga berkomitmen menerapkan prinsip ramah lingkungan selama penyelenggaraan festival melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta aksi pemulihan lingkungan dengan penanaman pohon kelapa di kawasan pesisir.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Festival Golo Koe 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya dan spiritual, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....