Rutan Ruteng Pamerkan Furniture Anyaman Bambu Hasil Karya Warga Binaan

  • 25 Apr 2026 20:48 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — Di sudut timur, tepat di pintu masuk Lapangan Penjara Lama, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, setiap pengunjung langsung disambut deretan karya kreatif warga binaan Rutan Kelas IIB Ruteng berupa furnitur sederhana dan anyaman bambu yang menjadi daya tarik tersendiri.

Karya-karya tersebut dipamerkan dalam kegiatan bazar murah dan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Sabtu, 25 April 2026.

Karya-karya yang dipamerkan tersebut merupakan hasil kemampuan tangan-tangan cekatan warga binaan dalam menghadirkan produk bernilai seni dan fungsi. Dari proses itu lahir beragam kerajinan tangan, mulai dari kotak tisu, dulang, gua mini, tas lempang, hingga lukisan, yang seakan pada setiap detail anyaman memancarkan ketekunan, harapan dan kesabaran.

Gusti Purnomo, penanggung jawab hasil karya warga binaan Rutan Ruteng, menyebutkan keterampilan tersebut tidak hadir secara instan. Menurutnya, ada proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan agar para warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat. "Di dalam ini warga binaan mereka saya bimbing, saya bina, untuk bisa ada kreativitas sehingga apda saat nanti mereka keluar mereka sudah punya skill," ujarnya kepada RRI.

Dirinya menambahkan, proses pembuatan setiap karya bervariasi, mulai dari satu hingga tiga hari tergantung tingkat kesulitan. Lebih lanjut, ide-ide kreatif tersebut lahir dari warga binaan sendiri, menjadi bukti bahwa kreativitas tetap hidup, bahkan di ruang yang terbatas. "Pembuatannya, butuh waktu satu hingga tiga hari seperti lukisan itu tiga hari, dan untuk ide pembuatan dari warga binaan sendiri," ucapnya.

Dengan kreativitas yang terus diasah di dalam rutan, Gusti Purnomo berharap para warga binaan tidak hanya sekadar mengisi waktu, tetapi benar-benar memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat. Ia menilai, kemampuan yang dibangun melalui proses pembinaan ini dapat menjadi jalan untuk hidup mandiri, bahkan membuka peluang usaha baru setelah bebas nanti.

Kreativitas tersebut menjadi bukti bahwa dari material sederhana dapat lahir karya yang tidak hanya layak pakai, tetapi juga layak dipamerkan. Pesan yang ingin disampaikan pun jelas, bahwa rumah tahanan bukan semata tempat menjalani hukuman, melainkan ruang untuk membangun kembali kemampuan dan kepercayaan diri. "Bahwa penjara bukan lagi tempat kurungan tetapi mengasah keretavitas dan skills," ungkap Gusti Purnomo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....