Gubernur Melki Dorong Roadmap Dekarbonisasi, NTT Bidik Net Zero Emission 2050
- 01 Jul 2026 15:44 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya mewujudkan pembangunan rendah karbon melalui penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan Menuju Net Zero Emission (NZE) 2050. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTT, Melki Laka Lena, saat menghadiri Kickoff Meeting studi penyusunan roadmap yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform di Hotel Aston Kupang, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurutnya, transisi menuju energi bersih menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim dan kebutuhan energi yang terus bertambah. Gubernur mengatakan perubahan iklim telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT, mulai dari musim kemarau yang semakin panjang, perubahan pola musim, hingga ancaman terhadap sektor pertanian, perikanan, ketahanan pangan, dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi, pengembangan kawasan industri, sektor pariwisata, hilirisasi sumber daya alam, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat akan terus mendorong kenaikan kebutuhan energi. Karena itu, menurutnya, tantangan terbesar adalah memastikan kebutuhan listrik dapat dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon.
Pemprov. NTT telah menetapkan visi NTT Net Zero Emission 2050 sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan. "Tantangan kita adalah memastikan bahwa peningkatan kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon," katanya.
Ia berharap roadmap yang sedang disusun mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi ketenagalistrikan saat ini, proyeksi kebutuhan listrik di masa depan, potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT), berbagai skenario transisi energi, hingga strategi implementasi yang realistis sesuai karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi wilayah kepulauan NTT.
Sementara itu, Manager Program NTT NZE 2025 IESR, Muhammad Maghribul Falah, mengungkapkan NTT memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar. Berdasarkan hasil kajian IESR, potensi tenaga surya di NTT mencapai lebih dari 338 gigawatt peak (GWp), sedangkan potensi tenaga angin diperkirakan melebihi 20 gigawatt (GW). Potensi tersebut dinilai menjadi modal utama dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission pada 2050.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa kekayaan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, air, angin, dan panas bumi harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun sistem kelistrikan yang bersih, andal, dan berkelanjutan. Ia mencontohkan keberhasilan Pulau Sumba sebagai pelopor pengembangan Sumba Iconic Island yang membuktikan wilayah kepulauan mampu menjadi laboratorium transisi energi di Indonesia.
Melalui roadmap ini, pemerintah berharap dapat menarik investasi energi hijau, memperluas akses listrik berkualitas hingga ke pulau-pulau kecil, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan daya saing ekonomi NTT menuju pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....