BP3MI NTT Dorong Pekerja Migran Formal Hadapi Persaingan Pasar Kerja Global

  • 29 Jun 2026 22:30 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat sinergi lintas sektor untuk menyiapkan pekerja migran formal yang lebih kompeten dan berdaya saing di pasar kerja global.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamidah, S.Sos., saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam program Florata Pagi, Senin 29 Juni 2026 menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan respons atas tingginya angka pengangguran terbuka di NTT yang mencapai sekitar 104 ribu orang.

Ia menjelaskan, di tengah terbukanya peluang kerja di dalam dan luar negeri, tantangan utama yang dihadapi calon pekerja migran bukan hanya keterbatasan lapangan kerja, tetapi juga keterbatasan biaya pelatihan dan penempatan.

Menurutnya, di era persaingan global, ijazah tidak lagi menjadi satu-satunya penentu, melainkan keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

“Di pasar kerja global, yang dibutuhkan bukan sekadar ijazah, tetapi keterampilan dan kompetensi. Karena itu, anak-anak muda NTT harus dipersiapkan agar mampu bersaing,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menjawab tantangan tersebut, BP3MI NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT mendorong pemanfaatan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran. Skema ini diharapkan dapat membantu pembiayaan pelatihan sekaligus proses penempatan kerja secara legal dan aman, ucapnya.

Ia menambahkan, penguatan sinergi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), BPJS Ketenagakerjaan, hingga perbankan seperti Bank NTT . kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem perlindungan dan peningkatan kualitas tenaga kerja asal NTT agar lebih siap bersaing di tingkat global.

Suratmi berharap NTT tidak lagi identik sebagai daerah pengirim pekerja sektor informal, melainkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga kerja formal yang profesional dan kompeten. NTT bisa naik kelas menjadi daerah penghasil tenaga kerja formal yang berdaya saing di pasar kerja global,” katanya.

Dengan penguatan sinergi tersebut, BP3MI NTT menargetkan peningkatan kualitas sekaligus perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran sejak tahap persiapan hingga penempatan dan kepulangan, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....