BP3MI NTT Gencarkan Edukasi Migrasi Aman Pekerja
- 17 Jun 2026 18:14 WIB
- Ende
RRI.CO.ID Ende – BP3MI NTT menggencarkan edukasi migrasi aman untuk menekan kasus kematian pekerja migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur yang bekerja di luar negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan tokoh masyarakat.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, mengatakan edukasi menjadi langkah penting karena sebagian besar PMI yang meninggal diketahui berangkat melalui jalur nonprosedural. “Kami tidak melarang masyarakat bekerja ke luar negeri, tetapi kami mengajak mereka mengikuti prosedur resmi agar mendapatkan perlindungan,” katanya, Rabu, 17 Juni 2026 dalam siaran Florata Pagi.
Menurutnya, keterbatasan sumber daya dan anggaran tidak mengurangi komitmen BP3MI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, lembaganya menggandeng berbagai pihak untuk memperluas jangkauan sosialisasi migrasi aman.
Kerja sama dilakukan dengan keuskupan, gereja Katolik, sinode gereja Protestan, organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan, kepolisian, hingga kejaksaan. Melalui kolaborasi tersebut, pesan migrasi aman disampaikan langsung kepada masyarakat hingga tingkat desa.
Selain keberangkatan yang tidak sesuai prosedur, faktor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Suratmi menyebut sekitar 95 persen PMI asal NTT yang meninggal di Malaysia disebabkan oleh penyakit yang dialami selama bekerja.
Ia menjelaskan sebagian kasus kematian berkaitan dengan gagal ginjal akut dan penyakit degeneratif lainnya. Kondisi tersebut dipengaruhi pola hidup yang kurang sehat, seperti kurang minum air putih, konsumsi minuman berenergi berlebihan, merokok, serta kurang istirahat, ujarnya.
BP3MI NTT berharap masyarakat lebih memperhatikan kesehatan sebelum memutuskan bekerja di luar negeri dan memanfaatkan jalur resmi yang tersedia. Dengan cara itu, pekerja dapat bekerja dengan aman, memperoleh perlindungan hukum, serta mendapatkan hak-hak ketenagakerjaan secara penuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....