Lewotobi Laki-laki Kembali Meletus, Warga Sekitar Diminta Tetap Tenang

  • 28 Jun 2026 19:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami dua kali letusan pada Minggu 28 Juni 2026 siang hingga sore. Letusan disertai kolom abu kelabu setinggi 400 hingga 600 meter di atas puncak kawah.

Berdasarkan laporan aktivitas gunungapi periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada Status Level III atau Siaga. Aktivitas vulkanik terpantau dari Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis teramati membumbung setinggi 50 hingga 100 meter dari atas puncak.

Selain dua kali letusan, petugas juga mencatat adanya aliran endapan lava ke arah timur laut sejauh sekitar 4,3 kilometer dari pusat erupsi. Sementara endapan lava lainnya mengarah ke barat laut dengan jarak sekitar 3,8 kilometer.

Aktivitas kegempaan juga masih terekam cukup aktif. Dalam periode enam jam pengamatan, tercatat dua kali gempa letusan dengan amplitudo 14,8 hingga 22,2 milimeter dan durasi 50 sampai 96 detik.

Petugas juga merekam satu kali gempa hembusan, lima kali tremor non-harmonik, serta dua kali gempa frekuensi rendah. Kondisi ini menunjukkan suplai magma dan tekanan di dalam gunung masih berlangsung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di puncak gunung diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat curah hujan tinggi. Wilayah yang diminta waspada antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PVMBG juga mengingatkan warga terdampak hujan abu untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

Pemerintah daerah terus diminta berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera maupun dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung guna memastikan informasi aktivitas gunung dapat diterima masyarakat secara cepat dan akurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....