Gunung Lewotobi Perempuan Normal, Ancaman Gas Beracun Tetap Diwaspadai

  • 08 Jul 2026 17:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas di sekitar kawah aktif Gunung Lewotobi Perempuan, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keluarnya gas beracun dari lubang tembusan gas di kawasan puncak gunung.

Rekomendasi itu disampaikan berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Lewotobi Perempuan selama Juni 2026. Meski hingga kini status gunung masih berada pada Level I (Normal), potensi bahaya di sekitar kawah tetap dinilai perlu diwaspadai.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan aktivitas kegempaan masih didominasi gempa tektonik. Selama periode pengamatan tercatat 37 kali gempa tektonik lokal dan 153 kali gempa tektonik jauh, tanpa indikasi adanya pergerakan magma menuju permukaan.

Menurut Lana, jumlah gempa tektonik lokal mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut mengindikasikan belum adanya suplai magma baru sehingga belum diperlukan peningkatan status aktivitas gunung.

Badan Geologi juga mencatat sempat terjadi beberapa gempa vulkanik yang terekam di pos pemantauan. Namun setelah dilakukan analisis, getaran tersebut dipastikan bukan berasal dari Gunung Lewotobi Perempuan, melainkan dipicu oleh aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada berdekatan.

Secara visual, kondisi cuaca di sekitar puncak gunung bervariasi mulai dari cerah hingga hujan dengan angin bertiup lemah ke berbagai arah. Puncak gunung umumnya terlihat jelas, meski sesekali tertutup kabut dengan intensitas sedang.

Selain mewaspadai potensi gas beracun di sekitar kawah, masyarakat juga diminta menggunakan masker apabila beraktivitas di wilayah yang masih terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Badan Geologi turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Badan Geologi terus memperkuat koordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Perempuan di Desa Nawokote Boru, Kecamatan Wulanggitang, guna memastikan informasi perkembangan aktivitas gunung dapat segera diteruskan kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Perempuan dapat diperoleh melalui aplikasi MAGMA Indonesia maupun kanal resmi Badan Geologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....