Komunitas Jagatnata Ubah Hobi Alam Jadi Gerakan Konservasi
- 26 Jun 2026 14:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada – Berawal dari komunitas pecinta aktivitas luar ruang, Jagat Nata kini berkembang menjadi organisasi yang aktif menggerakkan konservasi lingkungan di Nusa Tenggara Timur. Dalam tujuh tahun perjalanannya, komunitas yang berbasis di Bajawa itu berhasil mengubah kepedulian terhadap alam menjadi gerakan edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Ketua Komunitas Jagat Nata, Francisco Felix Nabuboga, mengatakan komunitas tersebut lahir dari kegelisahan terhadap meningkatnya persoalan sampah dan menurunnya kualitas lingkungan. Nama Jagat Nata yang berasal dari bahasa Sanskerta dipilih sebagai simbol komitmen untuk menjaga alam sebagai ruang hidup seluruh makhluk.
Menurut pria yang akrab disapa Bang Uyun itu, pada awalnya anggota komunitas hanya berkumpul sebagai penikmat wisata alam. Namun, pengalaman berinteraksi langsung dengan berbagai persoalan lingkungan mendorong mereka mengambil peran lebih besar dalam upaya konservasi.
“Awalnya kami hanya penikmat wisata alam, namun kini kami fokus pada kesadaran menjaga ibu dari segala kehidupan,” ujar Bang Uyun dalam program Komunitas Bicara Pro 1 Radio Republik Indonesia Ende, Senin, 2 Maret 2026.
Jagat Nata meyakini manusia memiliki ketergantungan yang kuat terhadap alam. Filosofi tersebut menjadi dasar berbagai kegiatan yang dilakukan komunitas, mulai dari aksi bersih sampah, penghijauan, hingga kampanye kesadaran lingkungan di ruang publik.
Meski baru diresmikan sebagai organisasi pada 2024, komunitas tersebut telah membangun jaringan relawan yang tersebar di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran para relawan membantu memperluas jangkauan edukasi lingkungan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Untuk menjangkau kalangan milenial dan Generasi Z, Jagat Nata juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye digital. Konten edukatif yang dikemas secara ringan dan kreatif dinilai lebih efektif membangun kesadaran lingkungan di tengah perubahan pola komunikasi masyarakat.
Komunitas ini bercita-cita menjadikan perilaku menjaga lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Jagat Nata berharap kesadaran menanam pohon, mengelola sampah, dan melestarikan alam tidak lagi dipandang sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan hidup yang tumbuh dari kesadaran bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....