Nelayan Diminta Waspada, Gelombang Tinggi Kepung Perairan NTT

  • 25 Jun 2026 20:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tenau Kupang mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tenau Kupang, Dyah Safitri Maharani, saat diwawancarai Pro 1 RRI Ende dalam program Florata Pagi, Kamis 25 Juni 2026.

Ia menjelaskan, prakiraan cuaca maritim tersebut berlaku mulai Kamis pukul 08.00 WITA hingga Jumat (26/6/2026) pukul 08.00 WITA. Sejumlah wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang sedang antara lain Selat Sape, Perairan Utara Flores, Perairan Selatan Flores, Selat Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, dan Perairan Selatan Sumba.

Selain itu, kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Perairan Selatan Jawa, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Kupang, Perairan Selatan dan Timur Rote, Perairan Labuan Bajo, serta Perairan Taman Nasional Komodo, ujarnya

Menurutnya, tinggi gelombang tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal tongkang yang beroperasi di wilayah perairan tersebut.

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah perairan NTT secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Arah angin umumnya bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 12 hingga 55 kilometer per jam, ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut. Informasi cuaca dinilai penting sebagai acuan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat perubahan kondisi cuaca.

"Jika kondisi cuaca saat akan melaut dirasakan kurang bersahabat, seperti adanya angin kencang maupun gelombang laut yang tinggi, masyarakat dan nelayan diharapkan tidak memaksakan diri untuk melaut," katanya.

Ia berharap para pengguna jasa transportasi laut dapat meningkatkan kewaspadaan selama periode prakiraan cuaca tersebut sehingga aktivitas pelayaran di wilayah NTT tetap berjalan aman dan lancar, tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....