Gelombang Tiga Meter Ancam Perairan Selatan Sumba Hari Ini

  • 15 Jul 2026 10:00 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di 14 wilayah perairan NTT termasuk Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores-Lamakera, dan Laut Sawu.
  • Perairan Selatan Sumba memiliki potensi gelombang tertinggi dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 3 meter selama periode prakiraan 15-16 Juli 2026.
  • BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut untuk memantau informasi cuaca terbaru dan menunda aktivitas jika terjadi angin kencang atau gelombang tinggi demi keselamatan.

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengingatkan potensi gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 15 Juli 2026. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Arya Dalexta Fadly, menyampaikan prakiraan cuaca maritim berlaku mulai pukul 08.00 Wita hingga Kamis, 16 Juli 2026 pukul 08.00 Wita.

Arya menjelaskan, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Perairan Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Sabu-Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor-Rote, serta Perairan Taman Nasional Komodo. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Sementara itu, gelombang laut yang lebih tinggi, yakni mencapai 2,5 hingga 3 meter, diprakirakan berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba. Wilayah tersebut menjadi area dengan potensi gelombang tertinggi selama periode prakiraan cuaca maritim hari ini.

BMKG juga mencatat pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 16 hingga 56 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan, terutama di wilayah laut terbuka.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, untuk selalu memantau informasi cuaca maritim terbaru sebelum beraktivitas di laut. Apabila kondisi cuaca menunjukkan angin kencang atau gelombang tinggi, masyarakat disarankan menunda aktivitas pelayaran demi menjaga keselamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....