Abu Vulkanik Lewotobi Tutup Bandara Maumere, Ende dan Larantuka Normal

  • 22 Jun 2026 15:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Maumere – Operasional penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. Penutupan dilakukan hingga Selasa 23 Juni 2026 pukul 06.00 WITA untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Keputusan penghentian sementara operasional bandara diumumkan setelah otoritas bandara memantau kondisi sebaran abu vulkanik di wilayah udara sekitar Maumere. Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dinilai berpotensi mengganggu jalur penerbangan.

Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, mengatakan evaluasi lanjutan akan dilakukan dengan melihat perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi sebaran abu di udara. Menurutnya, keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan tersebut.

“Operasional penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere ditutup sementara hingga Selasa 23 Juni 2026 pukul 06.00 WITA. Selanjutnya akan dievaluasi sesuai kondisi sebaran abu vulkanik,” ujar Partahian saat dikonfirmasi, Senin 22 Juni 2026.

Penutupan sementara ini berdampak pada sejumlah jadwal penerbangan dari dan menuju Maumere. Pihak bandara meminta calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan.

Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandara Gewayantana Larantuka dan Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende dilaporkan tetap berjalan normal. Salah satu penerbangan Wings Air rute Larantuka–Kupang juga tetap beroperasi sesuai jadwal pada hari yang sama.

Berdasarkan laporan pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki periode 22 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WITA, petugas mencatat terjadi dua kali letusan dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 800 meter. Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke beberapa wilayah sekitar gunung.

Aktivitas vulkanik gunung api tersebut juga disertai aliran lava ke arah barat-barat laut dan timur laut dari pusat erupsi. Kondisi ini membuat petugas terus meningkatkan pemantauan guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap masyarakat maupun aktivitas transportasi udara.

Pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan di daerah aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut.

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker saat terjadi hujan abu vulkanik guna mengurangi dampak gangguan kesehatan. PVMBG bersama pemerintah daerah dan BPBD terus melakukan pemantauan serta meminta warga mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....