Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.000 Meter

  • 19 Jun 2026 16:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Flores Timur – Gunung Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengalami erupsi pada Jumat 19 Juni 2026 pukul 15.15 WITA. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat serta barat laut. Erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 1.000 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 48 detik.

Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dan pengunjung diimbau tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi guna menghindari potensi bahaya material vulkanik.

Selain itu, warga di sekitar kawasan gunung diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah maupun petugas terkait. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Ancaman tersebut berpotensi terjadi di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki apabila hujan dengan intensitas tinggi turun di wilayah sekitar gunung.

Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar hujan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Warga yang tinggal di daerah aliran sungai diminta segera menjauh apabila terjadi hujan deras dalam waktu cukup lama.

Bagi masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik, PVMBG mengimbau penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, maupun dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan perkembangan aktivitas gunung dapat dipantau dan diinformasikan secara cepat kepada masyarakat.

PVMBG menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan unsur penanggulangan bencana di daerah dalam memberikan informasi terkini terkait aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah dan petugas pengamatan gunung api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....