Gelombang hingga 2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan NTT
- 19 Jun 2026 13:17 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan NTT pada 19-20 Juni 2026.
- Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan Sabu Raijua, hingga perairan selatan Timor-Rote.
- BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut meningkatkan kewaspadaan serta menunda aktivitas melaut jika kondisi cuaca tidak bersahabat.
RRI.CO.ID, Ende - Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 20 Juni 2026 pukul 08.00 WITA. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh nelayan dan pengguna transportasi laut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Arya Dalexta Fadli, mengatakan potensi gelombang kategori sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT. Prakiraan tersebut dikeluarkan sebagai bagian dari informasi cuaca maritim harian BMKG.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter meliputi Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote. Masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan.
Selain potensi gelombang sedang, kondisi cuaca di wilayah NTT secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 44 kilometer per jam.
BMKG mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk menentukan waktu yang lebih aman dalam berlayar maupun melaut.
"Jika keadaan cuaca pada saat akan melaut dirasa kurang bersahabat, seperti angin kencang maupun gelombang laut yang tinggi, diharapkan masyarakat dan nelayan agar tidak melaut," ujar Arya.
Menurut Arya, nelayan dan pengguna transportasi laut perlu waspada apabila terjadi perubahan cuaca yang ditandai angin kencang maupun peningkatan tinggi gelombang. Informasi prakiraan cuaca maritim tersebut berlaku hingga 20 Juni 2026 pukul 08.00 WITA dan akan diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan perairan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....