Gereja St. Petrus Kolilerek Diresmikan, Jadi Pusat Pembinaan Iman Umat

  • 18 Jun 2026 22:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Gereja St. Petrus Kolilerek di Desa Tubukrajan, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, resmi diberkati dan diresmikan pada Jumat 12 Juni 2026. Peresmian dipimpin oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, sebagai tanda syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah yang akan melayani umat Katolik di wilayah tersebut.

Peresmian gereja berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan umat yang datang dari berbagai wilayah. Acara diawali dengan penjemputan uskup yang disambut meriah oleh umat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Gereja St. Petrus Kolilerek diharapkan menjadi pusat pelayanan rohani dan pembinaan iman bagi umat Katolik di Kecamatan Atadei. Kehadiran rumah ibadah tersebut juga menjadi simbol berkembangnya kehidupan keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir dalam peresmian tersebut. Di antaranya Sekretaris Jenderal Keuskupan Larantuka, Dekenat Lembata, Pastor Paroki Kalikasa, Bupati Lembata, Asisten II Kabupaten Lembata, Kepala Inspektorat Kabupaten Lembata, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata, Camat Atadei, anggota Pospol Atadei, serta Kepala Puskesmas Waikunuit.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan dukungan bersama terhadap pembangunan kehidupan beragama yang harmonis di Kabupaten Lembata. Momentum tersebut juga menjadi ajang mempererat hubungan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

Selain prosesi peresmian, kegiatan diisi dengan doa bersama dan ungkapan syukur atas selesainya pembangunan gereja. Umat berharap keberadaan gereja baru tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan pastoral dan kehidupan iman umat.

Peresmian Gereja St. Petrus Kolilerek juga mencerminkan semangat gotong royong yang telah ditunjukkan umat selama proses pembangunan. Dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting hingga pembangunan rumah ibadah tersebut dapat diselesaikan.

Dalam kegiatan itu, aparat keamanan turut melakukan pengamanan dan pemantauan guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Perwakilan aparat kewilayahan menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang berlangsung di tengah masyarakat. Keharmonisan dan kerukunan yang terjalin diharapkan terus terjaga sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.

Dengan diresmikannya Gereja St. Petrus Kolilerek, umat Katolik di Desa Tubukrajan kini memiliki sarana ibadah yang lebih representatif. Gereja tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan iman sekaligus memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat di Kecamatan Atadei.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....