Empat Kali Erupsi, Aktivitas Gunung Lewotobi Masih Tinggi
- 17 Jun 2026 11:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur kembali mengalami empat kali letusan dalam periode pengamatan 17 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WITA. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi karena status gunung masih berada pada Level III atau Siaga.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, tinggi kolom erupsi teramati mencapai 1.000 hingga 1.500 meter di atas puncak. Asap letusan berwarna kelabu, sementara asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 50 meter di atas kawah.
Selain aktivitas erupsi, petugas juga mencatat adanya endapan lava yang mengarah ke barat-barat laut sejauh sekitar 3,8 kilometer dari pusat erupsi. Endapan lava lainnya teramati ke arah timur laut dengan jarak sekitar 4,34 kilometer.
Selama periode pengamatan, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 22 derajat Celsius.
Dari aspek kegempaan, tercatat empat kali gempa letusan dengan amplitudo 22,9 hingga 47,3 milimeter dan durasi 50 hingga 89 detik. Selain itu, petugas merekam enam kali tremor non-harmonik, satu gempa frekuensi rendah, tiga gempa vulkanik dalam, satu gempa tektonik lokal, dan tiga gempa tektonik jauh.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat terjadi curah hujan tinggi. Ancaman tersebut terutama berpotensi terjadi pada sungai-sungai yang berhulu di kawasan puncak gunung.
Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Warga yang beraktivitas di sekitar aliran sungai di wilayah tersebut diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik agar selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta PVMBG. Koordinasi dilakukan untuk memastikan informasi aktivitas gunung dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....