Dinkes Ngada Pastikan Pasokan VAR Segera Tiba
- 16 Jun 2026 21:06 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada – Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada memastikan pasokan Vaksin Anti Rabies (VAR) segera tersedia untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di fasilitas kesehatan. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Yovita Maria Bernaditte Moi, kepada RRI, Minggu, 14 Juni 2026.
Yovita mengatakan beberapa puskesmas di Kabupaten Ngada saat ini mengalami kekosongan stok VAR. Namun Dinas Kesehatan masih memiliki 10 dosis vaksin yang akan segera didistribusikan ke fasilitas kesehatan yang membutuhkan.
“Laporan terakhir ada beberapa puskesmas di Kabupaten Ngada yang mengalami kekosongan Vaksin Anti Rabies dan saat ini di Dinkes tinggal 10 Vial yang besok kami akan alokasikan,” ujarnya.
Menurut Yovita, tambahan stok VAR sebanyak 1.000 Vial dijadwalkan tiba pada Kamis pekan ini. Vaksin tersebut merupakan hasil pengadaan melalui APBD yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.
“Kemudian untuk hari Kamis nanti ada VAR 1.000 Vial masuk yang pengadaan dari APBD melalui DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada,” katanya.
Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir apabila mengalami gigitan hewan penular rabies. Menurutnya, masa inkubasi rabies dapat mencapai 90 hari sehingga masih tersedia waktu untuk mendapatkan penanganan medis.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir apabila ada kasus gigitan karena masa inkubasi untuk penularan sampai menimbulkan rabies bisa mencapai 90 hari,” ujarnya.
dr. Yovita menegaskan langkah pertama yang harus dilakukan korban gigitan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir. Tindakan tersebut merupakan upaya pencegahan awal yang penting sebelum memperoleh vaksinasi.
“Kalau dalam satu minggu belum di-VAR juga tidak masalah, yang penting lukanya dicuci bersih dengan sabun dan air mengalir sehingga ini merupakan pencegahan awal,” ujarnya.
| Baca juga: Harga Cabai dan Tomat di Ende Mulai Turun |
Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi instruksi pemerintah daerah terkait pemeliharaan hewan penular rabies. Pemilik anjing diminta mengikat atau mengandangkan hewan peliharaannya serta memastikan telah mendapatkan vaksin rabies.
“Pemilik HPR dalam hal ini anjing harus mengikat atau mengkandangkan HPR-nya dan harus di-VAR untuk mencegah timbulnya rabies,” katanya.
dr. Yovita menambahkan hingga saat ini Kabupaten Ngada belum mencatat kejadian luar biasa maupun kasus rabies pada manusia sepanjang tahun 2026. Pemerintah daerah berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan melalui upaya pencegahan dan pengawasan yang berkelanjutan.
Sementara itu, ketersediaan Serum Anti Rabies (SAR) masih menjadi tantangan karena stok di hampir seluruh wilayah Flores dilaporkan kosong. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada telah mengajukan permintaan ke pemerintah provinsi dan masih menunggu distribusi dari pemerintah pusat.
“Ketersediaan SAR sampai saat ini hampir seluruh Flores kosong dan kami masih menunggu pasokan dari pusat melalui pemerintah provinsi,” ujar dr. Yovita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....