BMKG Ingatkan Gelombang 2,5 Meter di Perairan NTT

  • 16 Jun 2026 21:29 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 16 Juni 2026.
  • Wilayah yang diprakirakan mengalami gelombang sedang hingga tinggi meliputi Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, serta perairan selatan Timor-Rote.

RRI.CO.ID, Ende – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 16 Juni 2026. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan keselamatan nelayan yang beroperasi di wilayah terdampak.

Wilayah yang diprakirakan mengalami gelombang sedang hingga tinggi meliputi Selat Alor, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, serta perairan selatan Timor-Rote. BMKG meminta masyarakat pesisir dan pelaku transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca di laut.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Arya Dalexta Fadly menjelaskan prakiraan cuaca maritim tersebut berlaku mulai Selasa, 16 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga Rabu, 17 Juni 2026 pukul 08.00 WITA. Secara umum kondisi cuaca di wilayah perairan NTT diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

Selain gelombang tinggi, angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 12 hingga 60 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut dapat meningkatkan tinggi gelombang dan memengaruhi stabilitas perahu nelayan maupun kapal berukuran kecil.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru sebelum beraktivitas di laut. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut disarankan menunda pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman akibat angin kencang atau gelombang tinggi.

Peringatan dini ini menjadi penting mengingat sebagian besar masyarakat pesisir di NTT masih bergantung pada sektor perikanan dan transportasi laut untuk aktivitas ekonomi sehari-hari. Kewaspadaan terhadap cuaca maritim diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan kerugian di laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....