BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi Ancam Perairan NTT

  • 12 Jun 2026 10:59 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • BMKG Tenau-Kupang memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan NTT.
  • Peringatan cuaca maritim berlaku mulai 12 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga 13 Juni 2026 pukul 08.00 WITA.
  • Wilayah terdampak meliputi Selat Alor, Laut Sawu, perairan selatan Flores, Selat Sumba, hingga kawasan Taman Nasional Komodo.
  • Cuaca perairan NTT umumnya berawan hingga hujan ringan dengan kecepatan angin 12–50 km/jam dari arah timur laut hingga tenggara.

RRI.CO.ID, Kupang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau-Kupang mengingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan tersebut berlaku pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 08.00 WITA.

Prakirawan BMKG Tenau-Kupang, Dyah Safitri Maharani, mengatakan wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, perairan selatan Flores, dan Selat Sumba bagian barat. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sawu-Raijua, serta perairan utara Kupang hingga Rote.

Selain itu, potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga terpantau di Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, dan kawasan Taman Nasional Komodo. Ketinggian gelombang tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang.

Untuk kondisi cuaca, sebagian besar wilayah perairan NTT diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Sementara itu, angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 12 hingga 50 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim yang diperbarui secara berkala. Kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika terjadi angin kencang maupun gelombang tinggi yang dapat membahayakan keselamatan di laut.

Dyah Safitri Maharani menegaskan nelayan dan pengguna jasa transportasi laut agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat cuaca laut yang kurang bersahabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....