Digigit Anak Anjing, Remaja di Boawae Diduga Meninggal Akibat Rabies
- 11 Jun 2026 21:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Nagekeo – Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada memaparkan kronologi meninggalnya Yohana Clarissa Mowa (15), warga Kelurahan Olakile, Kecamatan Boawae, yang diduga akibat rabies setelah sebelumnya mengalami gigitan anak anjing.
Kepada RRI, Rabu (10/6/2026), Gonzalo menjelaskan berdasarkan keterangan keluarga, korban digigit anak anjing berusia sekitar satu bulan pada 9 Februari 2026. Peristiwa itu terjadi saat korban berupaya menggendong anak anjing tersebut dan mengalami luka gigitan ringan pada bagian tangan.
Menurutnya, karena luka yang ditimbulkan dianggap tidak berbahaya, korban tidak mendapatkan penanganan medis. Keluarga hanya melakukan pengobatan tradisional sehingga korban tidak dibawa ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh vaksin antirabies (VAR).
Korban kemudian mulai mengalami gangguan kesehatan dan dibawa ke Puskesmas Boawae pada 7 Juni 2026. Sehari setelah menjalani pemeriksaan, muncul gejala yang mengarah pada rabies, seperti takut air, takut cahaya, produksi air liur berlebihan, serta perubahan perilaku.
"Setelah diidentifikasi, pada 8 Juni gejalanya mulai serius muncul yang ditandai dengan takut air, takut cahaya, air liur berlebihan, dan berontak secara berlebihan," ujar Gonzalo.
Ia mengatakan kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 12.15 WITA.
Pemerintah Kabupaten Nagekeo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gigitan, cakaran, atau kontak berisiko dengan hewan penular rabies, meskipun luka yang ditimbulkan terlihat ringan.
Menurut Gonzalo, penanganan medis sedini mungkin, termasuk pemberian vaksin antirabies, menjadi langkah penting untuk mencegah risiko rabies yang dapat berakibat fatal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....