Penggunaan Gawai Berlebih Dinilai Pengaruhi Karakter Remaja
- 21 Jul 2026 16:39 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Ende mengingatkan pentingnya keseimbangan antara penggunaan gawai dan pembentukan karakter remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Penggunaan gawai tanpa pengawasan dinilai berpotensi memengaruhi kedisiplinan, konsentrasi belajar, hingga perilaku peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Ende, Paula Florifilin Silfira Ndolu, saat menjadi narasumber dalam Talkshow Keindonesiaan bertema "Membangun Karakter Jujur, Disiplin, dan Bertanggung Jawab di Era Digital" yang disiarkan RRI Ende Selasa 21 Juli 2026. Menurutnya, penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan pembiasaan karakter dan pengelolaan diri yang baik.
Paula mengatakan ketergantungan terhadap media sosial dan gim daring dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi serta kedisiplinan belajar remaja. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi sikap jujur dan tanggung jawab peserta didik apabila tidak mendapat pendampingan yang tepat.
"Penggunaan gawai tanpa kontrol yang jelas sering kali memicu kecanduan, menurunkan rasa kedisiplinan, hingga berdampak pada kejujuran anak dalam bersikap. Oleh karena itu, perlu ada batasan yang disepakati bersama antara anak, orang tua, dan sekolah," ujar Paula.
Ia menilai pengawasan terhadap penggunaan gawai tidak cukup dilakukan oleh sekolah saja. Peran orang tua dalam mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital juga menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan yang sehat.
Menurut Paula, pembentukan karakter di era digital perlu dilakukan melalui pendekatan yang humanis dan persuasif. Pendampingan psikologis yang berkelanjutan di sekolah dapat membantu peserta didik mengelola waktu, emosi, dan penggunaan teknologi secara bijaksana.
Ia berharap sinergi antara sekolah dan keluarga terus diperkuat agar remaja mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. Dengan demikian, penggunaan gawai dapat mendukung proses belajar tanpa mengabaikan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....