Sambut HAN ke-42, Dinkes Manggarai Hadirkan Inovasi Kartu Peluk Anak
- 23 Jul 2026 22:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai meluncurkan inovasi Kartu Peluk Anak bertepatan dengan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kamis 23 Juli 2026. Kartu inovasi ini dirancang untuk memastikan setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, ramah, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Peluncuran Kartu Peluk Anak menjadi bagian dari gerakan Peluk Sehat yang mengusung semangat "Memeluk dengan Hati, Melayani Sepenuh Hati". Program ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif serta berorientasi pada kelompok rentan, khususnya anak dan remaja.
Pada tahap awal, program menyasar 1.500 anak dan remaja migran yang tinggal di Kota Ruteng. Mereka akan memperoleh layanan prioritas di Puskesmas Langke Rembong, Puskesmas Kota, dan RSUD Ruteng.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, mengatakan anak dan remaja harus menjadi kelompok prioritas karena kualitas kesehatan generasi muda akan menentukan masa depan daerah.
"Anak dan remaja bukan sekadar penerima layanan kesehatan. Mereka adalah investasi masa depan Manggarai. Ketika seorang anak datang ke fasilitas kesehatan, ia tidak boleh merasa takut, diabaikan, atau menunggu terlalu lama. Mereka harus disambut dengan senyum, diprioritaskan dengan kasih, dan dilayani dengan hati. Itulah semangat Kartu Peluk Anak," ujarnya.
Menurut Jefrin, anak dan remaja migran dipilih sebagai sasaran awal karena menghadapi tantangan yang lebih kompleks, mulai dari perpindahan tempat tinggal, keterbatasan akses pelayanan kesehatan, proses penyesuaian lingkungan sosial, hingga berbagai risiko kesehatan fisik maupun mental.
Berdasarkan pemetaan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, terdapat sekitar 1.500 anak dan remaja migran yang tinggal dan beraktivitas di Kota Ruteng. Mereka membutuhkan sistem pelayanan yang lebih mudah dijangkau, cepat, berkesinambungan, dan ramah anak.
Melalui Kartu Peluk Anak, para pemegang kartu akan memperoleh berbagai kemudahan layanan, meliputi prioritas antrean di fasilitas kesehatan, pendampingan pelayanan yang ramah anak dan remaja, akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan dasar, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa, imunisasi, serta skrining kesehatan. Selain itu, program ini juga menyediakan edukasi kesehatan secara berkelanjutan dan sistem rujukan yang lebih terintegrasi apabila diperlukan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu.
Jefrin mengajak seluruh tenaga kesehatan menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum membangun budaya pelayanan yang semakin berpihak kepada anak.
"Hari Anak Nasional bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang keberpihakan. Mulai hari ini, mari kita pastikan setiap anak yang memasuki puskesmas atau rumah sakit merasa dihargai, didengar, dan diprioritaskan. Karena pelayanan terbaik kepada anak hari ini adalah investasi terbaik bagi Manggarai di masa depan," katanya.
Melalui peluncuran Kartu Peluk Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai berharap semakin banyak anak memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....