Bupati Flores Timur Matangkan Program Peternakan Sapi dan Ayam di Desa Lamatutu
- 11 Jun 2026 15:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur - Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus mematangkan program pengembangan peternakan sapi dan ayam sebagai program prioritas daerah. Kesiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Flores Timur, Rabu 10 Juni 2026.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Bupati Flores Timur dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah terkait. Hadir Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, asisten sekda, serta pimpinan perangkat daerah terkait program.
Fokus pembahasan dalam rapat kali ini tertuju pada pengembangan peternakan sapi di Desa Lamatutu. Lokasi tersebut berada di Kecamatan Tanjung Bunga dan dipersiapkan menjadi kawasan peternakan skala besar.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur, drh. Vianey Kiti Tokan, memaparkan perkembangan program. Berbagai komponen pendukung disebut telah dipersiapkan untuk menunjang operasional peternakan yang akan dibangun.
Persiapan meliputi lokasi peternakan, lahan pakan ternak, sarana pendukung, hingga pengadaan ternak secara bertahap. Sejumlah pekerjaan fisik juga ditargetkan segera rampung untuk mendukung pelaksanaan program dalam waktu dekat.
Selain pembangunan sarana, pemerintah daerah juga terus menyelesaikan dokumen lingkungan yang menjadi persyaratan program. Penyusunan UKL dan UPL dilakukan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan berlaku.
Dalam paparannya, kebutuhan pakan ternak diperkirakan mencapai sekitar 4,2 ton setiap hari untuk operasional. Setiap ekor sapi membutuhkan sekitar lima belas kilogram pakan berupa rumput dan tanaman legum.
Kebutuhan air minum ternak diproyeksikan mencapai empat belas ribu liter setiap hari selama masa pemeliharaan. Saat ini pasokan air masih mengandalkan mesin pompa sambil menunggu sistem permanen selesai.
Sementara itu, pengadaan ternak direncanakan berasal dari Kabupaten Timor Tengah Utara secara bertahap dan terukur. Setiap pengiriman akan menggunakan armada khusus dengan kapasitas dua belas ekor sapi per truk.
Dalam satu kali pengiriman, sebanyak enam puluh ekor sapi akan diangkut menggunakan lima unit truk. Dengan skema tersebut, distribusi ternak diperkirakan berlangsung selama enam minggu hingga seluruh kebutuhan terpenuhi.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Anton Dihen mengapresiasi kerja keras seluruh tim pelaksana program daerah. Menurutnya, pembangunan peternakan dalam skala besar membutuhkan komitmen kuat dan kerja lintas sektor.
Bupati meminta seluruh risiko yang berpotensi menghambat pelaksanaan program dipetakan secara rinci sejak awal. Beberapa perhatian utama mencakup mobilisasi ternak, kesiapan lokasi, dan ketersediaan sumber pakan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan lamtoro serta rumput yang telah disiapkan sebelumnya. Selain itu, dukungan infrastruktur jalan menuju kawasan peternakan diminta segera mendapatkan perhatian serius.
Bupati meminta survei dan kunjungan lapangan dilakukan lebih intens untuk mengidentifikasi kendala teknis yang muncul. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat segera ditangani sebelum menghambat program.
Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh pihak menjaga semangat kolaborasi dalam menyukseskan program peternakan daerah. Keberhasilan program diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Flores Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....