Lewotobi Siaga, PVMBG Ungkap Cara Deteksi Ancaman Gunung Api di NTT
- 10 Jun 2026 14:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende– Aktivitas Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi perhatian serius pemantauan vulkanologi seiring meningkatnya kegempaan sejak akhir April hingga Juni 2026. Hal ini disampaikan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Wilayah NTT–NTB, Arios Ghele Raja, ST., M.I.L dalam siaran Programa 2 RRI Ende, acara Obras Obrolan Spada, Rabu 10 Juni 2026 melalui sambungan telepon.
Arios menjelaskan, peningkatan aktivitas gunung api tidak selalu langsung berujung pada erupsi. Proses pergerakan magma dapat berlangsung dinamis, naik dan turun, sebelum mencapai kondisi kritis yang berpotensi memicu letusan.
Ia menegaskan, tugas utama petugas pemantauan bukan memprediksi waktu erupsi, melainkan membaca tingkat ancaman berdasarkan data ilmiah dari berbagai indikator yang terekam secara berkelanjutan. Di NTT, terdapat 25 gunung api yang dipantau melalui 18 pos pengamatan yang bekerja selama 24 jam penuh.
Seluruh pos bertugas mencatat dan menganalisis perkembangan aktivitas gunung secara real time, ujarnya. Menurut Arios, terdapat lima indikator utama dalam pemantauan gunung api, yakni pengamatan visual, kegempaan (seismik), deformasi, geokimia, dan penginderaan jauh (remote sensing) berbasis satelit.
Pada aspek seismik, alat seismograf mampu merekam berbagai jenis gempa vulkanik seperti gempa dalam, gempa frekuensi rendah, hingga tremor harmonik. Sementara deformasi dipantau menggunakan tiltmeter untuk melihat perubahan bentuk tubuh gunung akibat pergerakan magma.
Ia menambahkan, seluruh data tersebut menjadi dasar dalam penentuan status gunung api, termasuk Gunung Lewotobi yang saat ini berada pada level Siaga, dengan pemantauan ketat selama 24 jam. Arios berharap masyarakat tetap tenang namun waspada, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi.
Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi kebencanaan dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait demi keselamatan bersama,tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....