DTPHP Manggarai Barat Gunakan Drone Kendalikan Hama Wereng di Lahan Padi

  • 08 Jun 2026 07:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Manggarai Barat melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) untuk mengatasi serangan Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens) yang menjadi salah satu hama utama perusak tanaman padi. Kegiatan ini berlangsung di hamparan sawah seluas 25 hektare milik Kelompok Tani Handel, Desa Compang Longgo, Kec. Komodo, Jumat, 5 Juni 2026.

Dalam pelaksanaannya, DTPHP memanfaatkan teknologi drone pertanian untuk penyemprotan pestisida. Kegiatan tersebut melibatkan petani, penyuluh pertanian lapangan, serta petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT). Penyemprotan dilakukan dalam dua sesi, yakni pagi dan sore hari, guna memastikan seluruh areal sawah mendapat perlakuan pengendalian secara optimal.

Kepala DTPHP Manggarai Barat, Tarsi Gonza, menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan mengendalikan berbagai OPT yang berpotensi menurunkan hasil panen, seperti wereng batang cokelat, penggerek batang, dan penyakit tanaman lainnya. Menurutnya, penggunaan drone memungkinkan penyemprotan dilakukan lebih cepat, merata, dan efisien dibanding metode konvensional.

Ia menambahkan, teknologi drone menjadi salah satu langkah modernisasi pertanian karena mampu menghemat waktu dan tenaga kerja serta mengurangi risiko paparan bahan kimia kepada petani. “Melalui pemanfaatan drone, penyemprotan dapat dilakukan pada lahan yang luas dalam waktu singkat. Petani juga tidak perlu masuk ke petakan sawah sehingga mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat terinjak,” ujarnya.

Selain pengendalian hama, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi petani mengenai pentingnya pengamatan rutin di lapangan, penerapan pengendalian hama terpadu (PHT), dan penggunaan pestisida secara bijaksana sesuai rekomendasi teknis. Para petani menyambut baik inovasi tersebut karena dinilai sangat membantu, terutama saat lahan sulit diakses atau ketika serangan hama harus segera ditangani.

DTPHP berharap langkah ini dapat menekan serangan hama, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penerapan teknologi pertanian modern yang efektif dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....