BPBD Sikka Perkuat Kesiapsiagaan lewat Sosialisasi Destana Desa

  • 06 Jun 2026 15:07 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar sosialisasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) di dua desa rawan bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Aibura, Kecamatan Waigete pada 3 Juni 2026 dan Desa Likong Gete, Kecamatan Talibura pada 4 Juni 2026.

Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana secara mandiri.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing, mengatakan bahwa desa memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat di tingkat desa menjadi langkah efektif untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materiil.

“Desa tangguh adalah langkah paling efektif untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materiil ketika bencana terjadi,” kata Petrus saat memberikan materi sosialisasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sikka, F.X. Heriyanto, menjelaskan bahwa konsep Destana menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam penanggulangan bencana. Warga didorong untuk mampu mengenali risiko, memahami ancaman, dan mengambil tindakan cepat saat situasi darurat terjadi.

Selain itu, program Destana juga menekankan aspek kemandirian desa dalam menyusun rencana evakuasi dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun ketahanan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Heriyanto menambahkan, Destana menjadi ruang kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperluas edukasi kebencanaan dan memperkuat budaya sadar risiko di tingkat lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sikka, Yosef Rikardus, memaparkan tahapan pembentukan dan pengembangan Destana. Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun masyarakat yang mampu mengenali ancaman, merencanakan mitigasi, serta melaksanakan evakuasi secara terorganisir.

Menurut Yosef, kebijakan pembentukan Destana berfokus pada perlindungan warga, peningkatan partisipasi masyarakat termasuk kelompok rentan, pelestarian kearifan lokal, dan penguatan kerja sama lintas lembaga. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Program ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur pemanfaatan dana desa untuk memperkuat ketahanan iklim dan kesiapsiagaan bencana. Dengan dukungan regulasi tersebut, desa memiliki peluang lebih besar untuk membangun sistem mitigasi yang terencana.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung dengan berbagai pertanyaan dan diskusi terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana. Mereka berharap BPBD Kabupaten Sikka terus memberikan pendampingan sehingga pembentukan Destana dapat berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....